Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011–2014, Dahlan Iskan, menyatakan optimismenya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, arah kebijakan fiskal dan penguatan sejumlah program strategis menjadi sinyal positif bagi perbaikan ekonomi ke depan.

Dahlan secara khusus menyoroti peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu faktor utama yang membuatnya optimistis. Selain itu, ia juga melihat adanya perbaikan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai semakin menunjukkan arah yang lebih baik.

Baca Juga: Pesan Dahlan Iskan ke Presiden Prabowo soal Komunikasi Publik dan Masa Depan BUMN

Menurut Dahlan, efektivitas program MBG dapat ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi, terutama dalam hal sinkronisasi kebutuhan bahan baku dengan pasokan hasil pertanian dari petani. Ia menekankan pentingnya integrasi data produksi di tingkat kecamatan, mulai dari telur, susu, sayur, hingga buah-buahan, agar kebutuhan program dapat dipetakan secara akurat.

“Yang terbesar membuat saya optimistis, satu hal, Menteri Keuangan Purbaya. Yang kedua, MBG kelihatannya semakin baik,” ujar Dahlan.

Ia mengusulkan agar pemerintah memulai proyek percontohan dengan menyinkronkan program MBG dengan Koperasi Merah Putih di lima kabupaten terlebih dahulu. Di masing-masing kabupaten, cukup satu kecamatan yang menjadi lokasi uji coba.

Baca Juga: Pujian Buat Danantara dan Kekecewaan Dahlan Iskan pada UU BUMN

Dalam skema tersebut, seluruh data produksi pertanian di satu kecamatan dikumpulkan dalam satu basis data terpadu. Di sisi lain, kebutuhan MBG di kecamatan yang sama juga dihitung secara rinci, mulai dari kebutuhan telur, sayur, hingga buah. Dengan demikian, distribusi logistik antar-desa dapat terkoordinasi secara efisien dan tepat sasaran.

Dahlan menilai pendekatan bertahap ini sebagai langkah strategis yang realistis. Jika dalam satu tahun proyek percontohan tersebut berhasil, model tersebut dapat direplikasi ke lebih banyak wilayah.

“Kalau ini satu tahun bisa sukses, menurut saya ini quick win yang sangat mendasar untuk di-copy di seluruh Indonesia, atau paling tidak ditingkatkan dari lima kabupaten menjadi katakanlah 50 kabupaten. Bisnis harus memulai seperti itu,” katanya.

Baca Juga: Kisah Dahlan Iskan Didemo Pegawai saat Awal Menjabat Dirut PLN

Ia berharap langkah terukur dan berbasis data tersebut dapat memperkuat rantai pasok pertanian sekaligus menjamin keberlanjutan program MBG secara lebih efisien dan berdampak langsung pada perekonomian daerah.