Produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa Operasi Pesta Copet bukan sekadar mengangkat aksi kriminal sebagai hiburan. Menurutnya, film ini juga berusaha menggali motif para pelaku dan memotret sisi kemanusiaan di balik tindakan mereka.
"Ini adalah produksi film Imajinari yang paling nekat. Syuting dengan skala besar di dalam festival musik yang dihadiri ribuan penonton setiap harinya tentu membutuhkan persiapan yang sangat matang. Karena itu, ide yang sudah ada sejak 2023 baru bisa kami eksekusi di Pestapora 2025," ujar Ernest seperti dikutip, Minggu (5/7/2026).
Senada dengan Ernest, sutradara Edy Khemod mengungkapkan bahwa proses syuting di tengah festival menghadirkan tantangan tersendiri. Sebagai sosok yang juga dikenal sebagai creative dan show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia, ia harus memastikan setiap momen dapat ditangkap tanpa kesempatan untuk mengulang adegan.
Baca Juga: BPI dan Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Sinergi untuk Dorong Kemajuan Perfilman Indonesia
"Kami harus merespons setiap momen yang terjadi saat pengambilan gambar karena tidak ada adegan yang bisa diulang. Kami benar-benar harus menangkap momen secara tepat, tanpa ruang untuk melakukan kesalahan," kata Khemod.
Sementara itu, Iqbaal Ramadhan yang tak hanya menjadi pemeran utama, tetapi juga menjalani debut sebagai produser, mengaku harus menjalani persiapan khusus demi memerankan Ijal. Bersama para pemain lainnya, ia mengikuti workshop bersama pesulap Bow Vernon untuk mempelajari teknik mencopet secara realistis.
"Sejak awal kami tidak mau aksi mencopetnya hanya mengandalkan editing. Jadi kami benar-benar belajar mencopet bersama magician Bow Vernon. Bisa dibilang sekarang kami memang punya kemampuan itu," ujar Iqbaal.