Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kementerian hingga aparat penegak hukum untuk segera membereskan berbagai penyimpangan yang masih marak terjadi di Indonesia.

Secara khusus, Kepala Negara juga meminta Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyelesaikan masalah yang kerap terjadi di Bea Cukai, Prabowo mengendus banyak penyelewengan di lembaga itu termasuk masalah korupsi. 

Baca Juga: Ngaku Buat Kebijakan Pakai Akal Sehat, Prabowo Pede Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 6 Persen di Akhir 2026

Permintaan yang disampaikan secara tegas itu disampaikan Prabowo dalam pidato di Sidang Tahun MPR Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Rabu (14/8/2026). 

"Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga!" tegas Prabowo sembari mengacungkan jarinya yang disambut gemuruh tepuk tangan dari para peserta sidang.

Purbaya yang hadir dalam sidang tahunan itu, tampak tersenyum tipis mendengar perintah yang disampaikan secara terbuka oleh presiden tersebut. Sementara di atas podium Prabowo terus melanjutkan pidatonya. 

Kepala Negara lalu, memberi perintah kepada Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) agar lembaga tersebut terus memperkuat keamanan di jalur laut termasuk mengawasi berbagai penyimpangan seperti penyelundupan. 

"Bakamla! Tugasmu menjaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?" cecar Prabowo. 

Prabowo mengatakan, penegakan hukum tidak boleh pandang bulu, siapapun yang bersalah mesti diproses sesuai prosedur yang berlaku kendati orang-orang bermasalah itu berasal dari lembaga atau instansi penegak hukum itu sendiri. 

"Saudara-saudara, kita bukan justru menentang mereka yang terbaik. Mereka itu anak-anak kita. Tapi harus kita berani tegakkan kebenaran!" ujarnya dengan nada berapi-api.

Presiden mengingatkan seluruh jajaran pejabat dan aparat penegak hukum bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah semakin kritis dan cerdas dalam memantau kinerja pemerintah. Masyarakat tidak bisa lagi dibohongi oleh praktik-praktik penyimpangan birokrasi.

Baca Juga: Pak Prabowo Mohon Hati-hati! Jokowi dan Geng Solo Sudah Turun Langsung Siapkan Gibran Jadi Presiden

"Rakyat kita tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar! Orang yang paling rendah, paling tidak berdaya pun, sudah punya gadget semua!" cetus Presiden Prabowo disambut tepuk tangan riuh para hadirin.