Pemanfaatan teknologi medis modern semakin menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan. Tidak hanya menghadirkan perawatan yang lebih presisi, teknologi juga berperan dalam meningkatkan kenyamanan pasien dan mempercepat proses pemulihan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus yang dihadirkan Nallura Clinic melalui berbagai layanan kesehatan berbasis teknologi yang diperkenalkan pada peresmian klinik di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah layanan dental care yang didukung teknologi Fotona LightWalker, sistem laser dual-wavelength yang menggabungkan teknologi Er:YAG dan Nd:YAG. Teknologi ini memungkinkan berbagai prosedur perawatan gigi dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, minim ketidaknyamanan, serta mendukung proses pemulihan yang lebih optimal.
Dokter gigi Nallura Clinic, drg. Syelovina Rizkita Sari, menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan gigi yang dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Karena itu, kami menghadirkan teknologi yang dapat memberikan pengalaman perawatan yang lebih nyaman sekaligus efektif bagi pasien," ujar Syelovina.
Selain layanan dental care, Nallura juga menghadirkan layanan Wellness & Pain Intervention Management yang dipimpin oleh dr. Reno Yonora, SE, Sp.An-TI, FIP dan dr. Syahrizal Ariandy, Sp.An-TI, FIP. Kehadiran layanan ini menjadi pembeda karena tidak banyak klinik yang mengintegrasikan manajemen nyeri sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang komprehensif.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Klinik Kecantikan Berbasis Teknologi di Indonesia
Menurut dr. Reno dan dr. Syahrizal, nyeri kronis sering kali menjadi masalah kesehatan yang kurang mendapat perhatian, padahal dampaknya dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
"Nyeri kronis tidak hanya memengaruhi kondisi fisik seseorang, tetapi juga kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, produktivitas kerja, hingga kesehatan mental. Melalui pendekatan pain intervention, pasien dapat memperoleh diagnosis yang lebih komprehensif serta penanganan yang tepat sasaran sesuai sumber nyerinya," jelas mereka.
Pendekatan pain intervention management memungkinkan pasien mendapatkan terapi yang lebih personal dan terukur. Tujuannya tidak sekadar mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu memulihkan fungsi tubuh sehingga pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih optimal.
Pemanfaatan teknologi dan pendekatan multidisiplin juga terlihat pada layanan bedah plastik dan rekonstruksi yang tersedia di Nallura Clinic. Dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, dr. Bayu Fasi Bermani, Sp.BP-RE, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kedokteran telah mengubah paradigma masyarakat terhadap prosedur bedah plastik.
Menurutnya, tindakan bedah plastik saat ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada perubahan penampilan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien.
"Setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat, konsultasi yang menyeluruh, serta ekspektasi yang realistis. Dengan pendekatan tersebut, manfaat yang diperoleh pasien dapat dirasakan dalam jangka panjang," kata dr. Bayu.
Selain menghadirkan berbagai layanan berbasis teknologi, Nallura juga mengintegrasikan wellness, kesehatan tubuh, estetika, dental care, hingga manajemen nyeri dalam satu ekosistem layanan yang saling terhubung. Konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang semakin mengutamakan kesehatan preventif dan kualitas hidup jangka panjang.
Dengan demikian, Nallura Clinic berharap dapat menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat, aktif, nyaman, dan produktif di setiap tahap kehidupan.