Nicholas menambahkan bahwa ketiga tema tersebut merepresentasikan api dari tiga sumber yang berbeda.
"Ada tiga tema, sesuatu yang ada di atas, sesuatu yang dekat dengan kita, dan sesuatu yang ada di dalam bumi. Tiga-tiganya adalah api, tiga-tiganya punya kekuatan, dan warnanya bisa bermacam-macam. Itu yang kami terjemahkan dalam tiga tema utama," kata Nicholas.
Menurutnya, koleksi tahun ini juga menawarkan eksplorasi desain yang lebih berani dibandingkan sebelumnya.
"Kami mencoba eksplorasi yang lebih besar dan lebih fokus pada gradasi warna yang progresif. Dari sisi desain juga kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda dibandingkan koleksi lain," ujarnya.
Selain permainan gradasi batu permata, Leslie menuturkan bahwa MONDIAL juga menghadirkan sejumlah desain baru yang lebih artistik, mulai dari necklace, brooch, hingga multi-finger ring.
Leslie menjelaskan bahwa setiap detail dibuat berbeda dari koleksi sebelumnya, termasuk bentuk meteor yang menyerupai batu jatuh menyala maupun tekstur lelehan lava.
"Walaupun inspirasinya sama, kami selalu membuat desain yang berbeda. Bentuk meteor dibuat seperti sedang jatuh dan menyala, sementara elemen lainnya dibuat menyerupai lelehan sehingga benar-benar menghadirkan karakter api," jelasnya.

Salah satu desain yang paling unik adalah multi-finger ring yang dapat dikenakan pada dua jari sekaligus tanpa mengurangi kenyamanan pemakainya.
"Kami juga menghadirkan multi-finger ring untuk dua jari, tetapi tetap mempertimbangkan ergonominya sehingga tetap nyaman dipakai," ujar Leslie.
Ia juga menyoroti desain brooch yang tampil minimalis namun tetap memiliki karakter kuat, termasuk koleksi yang terinspirasi dari retakan lava.
"Kalau diperhatikan lebih dekat, inspirasinya berasal dari retakan-retakan lava. Kami menggunakan black color terlebih dahulu agar efek retakannya semakin terlihat," katanya.
Leslie juga mengungkapkan bahwa setiap koleksi MONDIAL Precious Fire melalui proses kreatif yang panjang. Seluruh desain lahir dari workshop intensif antara tim kreatif, desainer, dan tim produksi hingga akhirnya siap diproduksi.
"Proses kreatif berlangsung berbulan-bulan. Kami melakukan workshop bersama tim produk, desain, dan produksi. Ada beberapa kali pertemuan sampai desainnya benar-benar matang, kemudian masuk ke proses produksi selama beberapa bulan. Setelah selesai, kami evaluasi lagi, kalau masih ada revisi ya kami revisi sampai semuanya benar-benar siap," tutup Leslie.
Baca Juga: Bukan Sekadar Wajah Tampan, Ini Perjalanan Karier Nicholas Saputra yang Penuh Inspirasi