Luxury jewelry brand, MONDIAL, kembali memperluas koleksi high jewellery-nya melalui peluncuran seri terbaru MONDIAL Precious Fire.

Koleksi ini menjadi pengembangan dari lini MONDIAL Precious yang dikenal menghadirkan karya perhiasan mewah dengan desain ikonik, craftsmanship berkelas dunia, serta makna emosional yang kuat.

Mengusung tema api sebagai simbol ambisi, hasrat, dan semangat hidup, koleksi terbaru ini merupakan hasil kolaborasi antara MONDIAL dengan Aktor sekaligus Brand Ambassador dan Creative Director MONDIAL Precious, Nicholas Saputra.

Melalui eksplorasi desain yang lebih berani, koleksi ini menampilkan interpretasi baru mengenai nyala api dalam berbagai bentuk dan warna.

General Manager MONDIAL sekaligus GIA-graduate gemologist, Leslie Christian Saputra, mengungkapkan, MONDIAL Precious selalu menjadi ruang eksplorasi artistik yang mengangkat berbagai elemen kehidupan menjadi karya perhiasan bernilai tinggi.

"MONDIAL Precious adalah salah satu signature collection MONDIAL yang menghadirkan karya high jewellery dengan desain ikonik dan craftsmanship berkelas dunia. Kali ini berkolaborasi bersama Nicholas Saputra sebagai Creative Director, setiap koleksi MONDIAL Precious selalu menjadi representasi eksplorasi artistik yang menerjemahkan berbagai elemen kehidupan menjadi karya perhiasan mewah dengan makna emosional yang mendalam," ungkap Leslie, saat acara peluncuran MONDIAL Precious Fire x Nicholas Saputra, yang digelar di Bimasena, The Dharmawangsa, Jakarta, Sabtu (25/7/2026)

Leslie kemudian mengatakan, elemen api dipilih sebagai inspirasi utama karena melambangkan kekuatan yang dimiliki setiap individu.

"Api menjadi simbol vision, desire, dan passion. Melalui koleksi terbaru ini, kami menghadirkan semakin banyak interpretasi mengenai berbagai bentuk nyala api. Energi tersebut diwujudkan lewat eksplorasi desain baru yang semakin memperkaya karakter MONDIAL Precious Fire," katanya.

Peluncuran koleksi ini juga menjadi tonggak penting bagi MONDIAL setelah diperkenalkan secara perdana di Singapura.

"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki apinya sendiri. Fire reflects the ambition, passion, and desire of our lives," tutur Leslie.

Di kesempatan yang sama, Nicholas Saputra menjelaskan bahwa koleksi terbaru ini merupakan pengembangan dari konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Prosesnya diawali dengan eksplorasi kreatif yang berlangsung cukup panjang sebelum akhirnya diwujudkan menjadi karya perhiasan.

"Ini adalah extension dari ide yang sebelumnya sudah kami lakukan. Tahun ini kami kembali mengambil kreativitas dan eksplorasi lebih jauh sebelum semuanya direalisasikan," terang Nicholas.

Pria yang akrab disapa Nico ini menuturkan, salah satu tantangan terbesar dalam koleksi ini adalah menyusun gradasi warna batu permata agar terlihat natural. Proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat karena setiap batu harus memiliki tone dan saturasi yang tepat.

"Mencari batu yang pas, mencari gradasi yang pas, itu sesuatu yang tidak mudah. Baru kali ini kami merasa semuanya sudah sesuai sehingga bisa diwujudkan menjadi koleksi ini," ungkapnya.

Kemudian, Leslie menjelaskan bahwa koleksi tersebut menggunakan kombinasi natural diamond, ruby, blue sapphire, yellow sapphire, hingga orange sapphire yang dipasang pada material emas 18 karat.

Gradasi warna tersebut menjadi representasi dari berbagai karakter api, mulai dari merah, biru, kuning, hingga jingga dan dibagi ke dalam tiga tema utama, yakni Meteor, Lava, dan Fire.

Leslie mengatakan ketiga tema tersebut merupakan interpretasi berbeda dari elemen api.

"Api kami terjemahkan menjadi tiga inspirasi utama, yaitu meteor, lava, dan api itu sendiri," jelasnya.

Baca Juga: MONDIAL Luncurkan Koleksi Terbaru Precious Fire Bersama Nicholas Saputra, Hadirkan Filosofi Api dalam Perhiasan Mewah

Nicholas menambahkan bahwa ketiga tema tersebut merepresentasikan api dari tiga sumber yang berbeda.

"Ada tiga tema, sesuatu yang ada di atas, sesuatu yang dekat dengan kita, dan sesuatu yang ada di dalam bumi. Tiga-tiganya adalah api, tiga-tiganya punya kekuatan, dan warnanya bisa bermacam-macam. Itu yang kami terjemahkan dalam tiga tema utama," kata Nicholas.

Menurutnya, koleksi tahun ini juga menawarkan eksplorasi desain yang lebih berani dibandingkan sebelumnya.

"Kami mencoba eksplorasi yang lebih besar dan lebih fokus pada gradasi warna yang progresif. Dari sisi desain juga kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar berbeda dibandingkan koleksi lain," ujarnya.

Selain permainan gradasi batu permata, Leslie menuturkan bahwa MONDIAL juga menghadirkan sejumlah desain baru yang lebih artistik, mulai dari necklace, brooch, hingga multi-finger ring.

Leslie menjelaskan bahwa setiap detail dibuat berbeda dari koleksi sebelumnya, termasuk bentuk meteor yang menyerupai batu jatuh menyala maupun tekstur lelehan lava.

"Walaupun inspirasinya sama, kami selalu membuat desain yang berbeda. Bentuk meteor dibuat seperti sedang jatuh dan menyala, sementara elemen lainnya dibuat menyerupai lelehan sehingga benar-benar menghadirkan karakter api," jelasnya.

Salah satu desain yang paling unik adalah multi-finger ring yang dapat dikenakan pada dua jari sekaligus tanpa mengurangi kenyamanan pemakainya.

"Kami juga menghadirkan multi-finger ring untuk dua jari, tetapi tetap mempertimbangkan ergonominya sehingga tetap nyaman dipakai," ujar Leslie.

Ia juga menyoroti desain brooch yang tampil minimalis namun tetap memiliki karakter kuat, termasuk koleksi yang terinspirasi dari retakan lava.

"Kalau diperhatikan lebih dekat, inspirasinya berasal dari retakan-retakan lava. Kami menggunakan black color terlebih dahulu agar efek retakannya semakin terlihat," katanya.

Leslie juga mengungkapkan bahwa setiap koleksi MONDIAL Precious Fire melalui proses kreatif yang panjang. Seluruh desain lahir dari workshop intensif antara tim kreatif, desainer, dan tim produksi hingga akhirnya siap diproduksi.

"Proses kreatif berlangsung berbulan-bulan. Kami melakukan workshop bersama tim produk, desain, dan produksi. Ada beberapa kali pertemuan sampai desainnya benar-benar matang, kemudian masuk ke proses produksi selama beberapa bulan. Setelah selesai, kami evaluasi lagi, kalau masih ada revisi ya kami revisi sampai semuanya benar-benar siap," tutup Leslie.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wajah Tampan, Ini Perjalanan Karier Nicholas Saputra yang Penuh Inspirasi