Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku heran dengan munculkan kabar yang menyebut dirinya mundur dari jabatan menkeu. Menkeu Purbaya mengaku tak tahu pasti bagaimana awal mula kabar tersebut mencuat, namun ia menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan tugas sebagaimana yang diarahkan oleh Presiden Prabowo.

"Mundur? Saya sukanya maju. Jadi engga ada isu itu (mundur). Gimana ya, saya engga tahu gosip itu dari mana mulai timbul," jelas Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Defisit APBN Terjaga, Menkeu Purbaya: Jangan Bilang Ugal-Ugalan Kelola Anggaran

Ia juga merespons selebaran yang ramai dibahas publik. Selebaran tersebut memuat informasi dengan sumber anonim di kalangan Bank Indonesia (BI), di antaranya menyebutkan Purbaya menilai Gubernur BI, Perry Warjiyo terlalu konservatif dalam melakukan internvensi pasar untuk menahan pelemahan rupiah. 

Tak hanya itu, selebaran tersebut juga memuat kabar bahwa Purbaya pernah mengusulkan kepada Presiden untuk menjadikan Thomas Djiwandono Gubernur BI, namun usulan tersebut ditolak karena khawatir pasar bereaksi negatif mengingat hubungan kekeluargaan antara Prabowo dan Thomas.

"Saya juga baca tuh selebarannya kan yang kertas putih itu. Sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah. Jadi orang pintar memang twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul," tambah Purbaya.

Purbaya menambahkan, ia mengetahui konteks dari setiap informasi yang terdapat dalam selebaran tersebut. Hanya saja, Purbaya menilai isu dirinya mundur tersebut sengaja dibangun untuk mengguncang pasar yang memang sedang berkontraksi.

"Karena di setiap kertas yang kalimat di situ, saya ikut rapatnya dengan Bapak Presiden, tapi sebagian di-twist. Ya seru lah. Buat guncang-guncang pasar kali. Tapi engga (mundur), komitmennya kuat, maju terus," tegas Purbaya lagi.