Nyeri dada sebelah kiri kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Tak sedikit orang yang langsung panik dan mengira dirinya mengalami serangan jantung saat merasakan keluhan tersebut. Padahal, menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. Ika Devi, Sp.PD, tidak semua nyeri di area dada kiri menandakan adanya gangguan pada jantung.

Keluhan tersebut juga bisa dipicu oleh berbagai kondisi lain, mulai dari gangguan otot dan persendian hingga masalah pencernaan seperti asam lambung. Karena itu, penting untuk mengenali karakteristik nyeri yang dirasakan sebelum menyimpulkan penyebabnya.

Jika Nyeri Bisa Ditunjuk pada Satu Titik, Umumnya Bukan Berasal dari Jantung

Menurut dr. Ika, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi nyeri yang dirasakan. Jika rasa sakit dapat ditunjuk secara jelas pada satu titik tertentu di dada sebelah kiri, keluhan tersebut umumnya lebih sering berkaitan dengan otot atau dinding dada dibandingkan gangguan jantung.

Baca Juga: Ahli Jantung Ungkap 7 Tips Diet saat Cuaca Panas agar Jantung Tetap Optimal

"Biasanya nyeri jantung terasa di dalam dan menyebar, sehingga kita tidak bisa menunjuk satu titik tertentu yang terasa sakit," jelas dr. Ika dikutip Olenka pada Senin (22/06/2026).

Nyeri akibat gangguan jantung biasanya memberikan sensasi tertekan, tertindih, atau rasa tidak nyaman yang menyebar ke area lain, seperti lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.

Nyeri Saat Ditekan Bisa Berkaitan dengan Otot

Ciri lain yang dapat membantu membedakan penyebab nyeri dada adalah respons terhadap tekanan. Menurut dr. Ika, apabila rasa sakit muncul atau bertambah ketika area dada disentuh maupun ditekan, kemungkinan penyebabnya berasal dari otot atau jaringan di sekitar dinding dada.

Baca Juga: Jangan Hanya Kejar Pace, Dokter Tirta Ungkap Alasan Pelari Perlu Periksa Kesehatan Jantung

Pasalnya, nyeri akibat gangguan jantung umumnya tidak dipengaruhi oleh tekanan pada permukaan dada dan tidak berkaitan langsung dengan otot tertentu.

Nyeri Saat Menggerakkan Tangan Belum Tentu Gejala Penyakit Jantung

Banyak orang menganggap nyeri di dada sebelah kiri selalu berhubungan dengan jantung. Padahal, rasa sakit yang bertambah saat mengangkat tangan, memutar bahu, atau melakukan gerakan tertentu justru lebih sering dipicu oleh masalah pada otot dan persendian.

"Kalau pada saat menggerakkan tangan terasa nyeri, bisa jadi itu bukan karena jantung, melainkan ada masalah pada persendian atau otot," ujar dr. Ika.

Meski demikian, pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Nyeri Jantung Umumnya Disertai Gejala Penyerta

Lebih lanjut, dr. Ika menjelaskan bahwa nyeri dada akibat gangguan jantung biasanya tidak datang sendirian. Ada sejumlah gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti sesak napas, mual, muntah, keringat dingin, hingga tekanan darah yang menurun.

Selain itu, faktor risiko juga perlu menjadi perhatian. Risiko penyakit jantung cenderung lebih tinggi pada seseorang yang memiliki diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Baca Juga: Mampu Kontrol Kolesterol Hingga Kesehatan Jantung, Ini Segudang Manfaat Buah Jeruk

"Kalau ada nyeri dada disertai gejala-gejala tersebut dan memiliki faktor risiko, barulah kita bisa mencurigai adanya gangguan pada jantung," kata dr. Ika.

Nyeri Dada Sebelah Kiri Bisa Dipicu Asam Lambung

Tak hanya gangguan jantung dan otot, nyeri dada sebelah kiri juga dapat dipicu oleh masalah pencernaan, terutama penyakit asam lambung.

Menurut dr. Ika, apabila nyeri dada disertai sensasi panas atau asam dari lambung, mulut terasa pahit atau asam, serta rasa tidak nyaman di ulu hati, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan gangguan lambung.

Gejala asam lambung kerap menyerupai nyeri akibat gangguan jantung sehingga banyak orang keliru mengidentifikasi penyebabnya.

Nyeri Dada Kiri Tidak Selalu Berasal dari Jantung

Anggapan bahwa nyeri dada sebelah kiri selalu menjadi tanda penyakit jantung merupakan mitos. Namun, nyeri di area tersebut juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit jantung, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, serta faktor risiko tertentu.

Oleh karena itu, nyeri dada sebelah kiri tidak selalu perlu disikapi dengan kepanikan. Namun, keluhan tersebut juga tidak boleh diabaikan. Mengenali karakteristik nyeri dan gejala penyertanya dapat membantu seseorang mengambil langkah yang tepat.

Baca Juga: Mau Jantung Sehat dan Panjang Umur? Yuk, Rutin Konsumsi 5 Buah Super Ini

Meski demikian, diagnosis penyebab nyeri dada tetap memerlukan pemeriksaan medis. Apabila nyeri muncul secara tiba-tiba, berlangsung lama, semakin berat, atau disertai sesak napas dan keringat dingin, pasien dianjurkan segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.