"Dulu aku kalau milih baju itu stres banget. Aku bisa nangis-nangis bilang ke mamaku, ‘Ma, Ticia nggak ada baju’, karena baju aku kebanyakan T-shirt putih, tank top. Dulu aku berpikir kalau basic pieces itu ngebosenin. Tapi sekarang aku justru sadar bahwa item-item basic justru memberi lebih banyak ruang buat eksplor personal style sesuai selera kita sendiri. Sementara kalau baju-baju yang mengikuti tren, sering kali hanya dipakai beberapa kali lalu nggak dipakai lagi," ungkap Leticia.

Menurut Leticia, baju yang nyaman tetap jadi prioritas, tapi gaya tetap penting. Tank top, cardigan, dan basic pieces lainnya justru jadi andalan karena gampang di-styling untuk berbagai aktivitas, seperti jalan-jalan, bikin konten, hingga kumpul bareng teman.

Melihat perubahan tren tersebut, UNIQLO menjelaskan bahwa fenomena ini juga menjadi salah satu insight yang mendorong pengembangan koleksi terbaru Lounge & Underwear. Bahwa konsumen saat ini tidak lagi melihat pakaian berdasarkan kategorinya semata, melainkan berdasarkan fleksibilitas dan berbagai kemungkinan styling yang dapat dihadirkan.

"Kami melihat batas antara pakaian rumah, pakaian santai, dan pakaian untuk bepergian semakin memudar. Konsumen, khususnya generasi muda yang lebih eksploratif, tetap mengutamakan kenyamanan, tetapi di saat yang sama ingin tetap terlihat stylish ketika beraktivitas. Saat ini pun ada tren “dayjamas” di mana pakaian rumah di-styling sedemikian rupa sehingga tetap terlihat presentable saat dipakai di luar rumah. Karena itu kami terus mengembangkan koleksi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut," ujar Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia.

Pemahaman tersebut pun diterjemahkan ke dalam koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 dari UNIQLO yang menghadirkan dua kategori dengan karakter berbeda. Minimalist Classic membawa nuansa Clean Elegant, dengan pilihan wardrobe essentials dengan warna yang netral, berpotongan clean, dan mudah dikenakan lintas kesempatan. Sementara Effortless Charm membawa nuansa Youthful Preppy, dengan warna-warna segar dan motif yang lebih berani, mendorong eksplorasi gaya yang lebih personal. Bersama-sama, kedua koleksi ini menawarkan lebih banyak pilihan bagi setiap orang untuk mengekspresikan gaya mereka tanpa mengesampingkan kenyamanan khas LifeWear.

Baca Juga: Lewat RE.UNIQLO, UNIQLO Salurkan 12.000 Pakaian untuk 1.000 Keluarga di Bekasi

Dua Generasi, Dua Perspektif, Satu Semangat Berekspresi

Mima Shafa dan Leticia Joseph berasal dari generasi yang berbeda, tapi punya satu kesamaan: bagi mereka, pakaian bukan lagi soal mengikuti tren, melainkan medium untuk bereksperimen dan menemukan gaya yang paling autentik.

Meski koleksi UNIQLO Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 punya dua karakter berbeda, keduanya mengaku sama-sama tertarik dengan seluruh koleksinya. Desain yang clean dan timeless, menurut mereka, justru jadi wardrobe essentials yang lebih mudah dipadukan dan tetap relevan lintas gaya maupun generasi.