Didirikan pada tahun 1987 di Surabaya, Waringin Megah General Contractor segera menandai 40 tahun perjalanan bisnisnya dalam industri konstruksi nasional. Memulai usaha sebagai kontraktor pengembangan ruko untuk kebutuhan internal grup, perusahaan ini melakukan ekspansi ke Jakarta dan resmi beroperasi sebagai kontraktor umum (general contractor) yang melayani proyek-proyek komersial di luar grup internal di era tahun 1990-an

Sejak saat itu, Waringin Megah terus bertumbuh hingga meraih kualifikasi besar, mencerminkan peningkatan kapasitas teknis, tata kelola proyek, serta kepercayaan klien dari berbagai sektor. Dalam setiap fase siklus ekonomi, perusahaan dikenal dengan pendekatan manajemen yang pragmatis dan terukur, berfokus pada efisiensi biaya, ketepatan waktu, serta kualitas hasil kerja.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Pan Brothers Group

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan perusahaan terjadi pada awal 2000-an melalui keterlibatan dalam proyek Cilandak Town Square yang memperkuat reputasi Waringin Megah sebagai kontraktor yang mampu menangani proyek berskala besar dan bernilai strategis. Proyek tersebut memperluas portofolio perusahaan di sektor properti komersial sekaligus menegaskan kapabilitasnya dalam mengelola kompleksitas proyek jangka panjang.

Ketahanan bisnis Waringin Megah kembali diuji pada periode 2021–2023 saat industri konstruksi menghadapi tekanan berat akibat pandemi COVID-19 dan perlambatan ekonomi. Di tengah situasi tersebut, perusahaan melakukan restrukturisasi strategis yang mencakup perampingan proses kerja, peremajaan sumber daya manusia, serta transisi kepemimpinan dari generasi pendiri ke generasi kedua.

Langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, dan memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Direktur Waringin Megah General Contractor, Hermash Budi, menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis di industri konstruksi tidak hanya ditentukan oleh pengalaman, tetapi oleh keberanian untuk berubah. “Industri konstruksi selalu bergerak mengikuti kondisi ekonomi. Perusahaan yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling disiplin dalam mengelola risiko dan berani menyesuaikan diri. Regenerasi kami lakukan agar Waringin Megah tetap relevan dan kompetitif, bukan sekadar bertahan,” ujar Hermash, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sejak awal berdiri, Waringin Megah mengusung visi “The Most Competitive Price with High Quality” sebagai komitmen terhadap efisiensi dan kualitas. Seiring meningkatnya tuntutan standar bangunan dan kompleksitas proyek, pada tahun 2020 visi tersebut diperbarui menjadi “Built with Perfection” yang menegaskan fokus perusahaan pada presisi kerja, standar mutu, dan hasil pembangunan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dari kepercayaan berbagai klien nasional lintas sektor, antara lain FIFGROUP, Avian Group (Avian Brands), PT Wings Surya (Wings Group), PT Jasuindo Tiga Perkasa, Cambridge School, Bank Central Asia Group (BCA), Wonokoyo Group, serta Kapal Api Group. Hingga kini, Waringin Megah General Contractor telah menyelesaikan proyek di berbagai wilayah Indonesia, mencakup perumahan dan ruko, perkantoran, fasilitas industri, rumah ibadah, hotel dan apartemen, pusat perbelanjaan, hingga institusi pendidikan.

Ke depan, Waringin Megah General Contractor memfokuskan pengembangan bisnis pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembaruan teknologi dan peralatan kerja, serta penguatan sistem manajemen proyek dan manajemen risiko. Perusahaan menargetkan untuk memperkuat posisinya sebagai kontraktor nasional yang efisien, adaptif, dan berorientasi kualitas, sekaligus berkontribusi secara berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia.