Tokoh nasional dari berbagai bidang menghadiri dan memberikan apresiasi atas pengukuhan Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, sebagai Profesor Kehormatan (Honoris Causa) Universitas Jayabaya. Gelar akademik kehormatan tertinggi tersebut dianugerahkan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar Ary dalam penguatan karakter hukum di Indonesia.

Pengukuhan berlangsung dalam sidang terbuka senat akademik di Auditorium Prof. Dr. H. Moeslim Taher, S.H., Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Jayabaya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, menilai pemikiran dan kontribusi Ary Ginanjar telah memberi dampak nyata dalam membangun karakter dan integritas bangsa.

“Gagasan dan kontribusi beliau dalam membangun karakter, integritas, serta nilai moral dalam kehidupan berbangsa telah memberi inspirasi dan berdampak nyata. Semoga pencapaian ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai, etika, kemanusiaan, dan semoga ilmunya lebih bermanfaat,” ujarnya.

Kemudian, apresiasi turut disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan. Ia menilai pengukuhan tersebut merupakan pengakuan formal atas kiprah Ary yang telah lama berperan dalam pembentukan karakter bangsa.

“Pak Ary sudah profesor sejak dulu, sekarang saja diresmikan. Bagi saya beliau profesor yang sangat piawai dalam membentuk karakter,” katanya.

Hal Senada turut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, yang menyatakan bahwa penganugerahan tersebut sangat layak mengingat konsistensi Ary Ginanjar selama lebih dari dua dekade dalam pengembangan karakter bangsa.

“Saya kira ini sesuatu yang sudah layak. Pak Ary Ginanjar konsisten 25 tahun berkarya di bidang pembentukan karakter. Dengan lebih dari 17 buku dan jutaan alumninya, ESQ betul-betul memperkuat karakter bangsa. Ini sudah terbukti, bukan hanya wacana, tetapi nyata dalam pembentukan karakter hukum di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Jenderal Pol (Purn) Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 2020-2023, menilai penganugerahan tersebut relevan dengan kebutuhan pembangunan hukum nasional.

“Penganugerahan ini luar biasa dan sangat cocok, karena karakter hukum diperlukan sebagai bagian dari pembangunan hukum Indonesia. Ini sangat baik agar dunia hukum kita semakin cerah, semakin berkualitas, dan semakin bermoral,” ungkapnya.

Terdapat pula beberapa tokoh nasional yang memberikan ucapan dalam bentuk video, seperti halnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kiprah Ary Ginanjar dalam memperkuat nilai integritas dan kepemimpinan nasional.

Baca Juga: Dihadapan Presiden Prabowo, Mensos Paparkan Inovasi dan Apresiasi Talent DNA ESQ Sekolah Rakyat

“Ini adalah pengakuan atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam menanamkan nilai karakter, etika, dan kepemimpinan bagi bangsa. Semoga amanah ini semakin memperkuat peran beliau dalam membangun Indonesia yang berintegritas, berkeadaban, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Ucapan selamat dan apresiasi juga disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arief Satria. Ia menilai pengukuhan tersebut mencerminkan pengakuan atas kontribusi pemikiran dan keteladanan Ary Ginanjar dalam memperkuat nilai moral dan integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Bangun Pondasi Pendidikan Inklusif dan Transformatif, Kemensos RI Bekali Kepala Sekolah Rakyat dengan Pendekatan Talent DNA ESQ

“Saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Profesor Dr. Ary Ginanjar Agustian atas pengukuhannya sebagai guru besar kehormatan bidang karakter hukum dari Universitas Jayabaya. Pengukuhan ini merupakan pengakuan atas kontribusi pemikiran dan keteladanan beliau dalam memperkuat nilai moral dan integritas,” kata Arief Satria.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diberikan Universitas Jayabaya kepada Ary Ginanjar. Ia menilai pengukuhan tersebut merupakan bentuk kepercayaan atas kontribusi besar yang telah diberikan bagi penguatan karakter hukum di Indonesia.

“Saya merasa bangga atas penghargaan yang diberikan. Ini merupakan bentuk kepercayaan dan komitmen Universitas Jayabaya atas kompetensi dan jasa yang Kang Ary sumbangkan kepada anak bangsa, khususnya dalam bidang karakter hukum,” ujar Fauzan.

Pengukuhan Ary Ginanjar Agustian sebagai Profesor Kehormatan diharapkan semakin memperkuat peran pendidikan karakter dalam pembangunan hukum dan peradaban bangsa yang berlandaskan nilai moral, etika, dan kemanusiaan.