Mewarisi bisnis sang ayah, Anton Haliman, Trihatma Kusuma Haliman merupakan pemilik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Mulai memimpin perusahaan tersebut di tahun 1986, Trihatma saat ini sudah tidak lagi menjabat posisi direktur maupun komisaris. Sementara itu, dia mengantongi sekitar 5% saham APLN melalui namanya sendiri.

Membesarkan Agung Podomoro Land

Trihatma Kusuma Haliman lahir pada 5 Januari 195. Dia mulai terlibat bisnis sang ayah di tahun 1973. Dipanggil pulang saat menempuh pendidikan di Jerman, Trihatma memulai kariernya dari bawah dengan ditempatkan di berbagai divisi agar pengetahuannya terkait perusahaan lebih mendalam dan menyeluruh. Saat dirasa kemampuannya sudah cukup, barulah Anton Haliman secara resmi melepas kepemimpinan perusahaan kepada Trihatma di tahun 1986.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Podomoro Group

Salah satu kesuksesan Trihatma adalah proyek Bukit Gading Mediterania. Usai krisis moneter 1998 saat kondisi industri properti tengah lesu, dia berani membeli tanah seluas 14 hektare di bilangan Kelapa Gading tersebut dan menggarapnya. Meski penjualan sempat lambat di awal, intuisi bisnis Trihatma terbukti benar. Proyek itu sukses.

Di bawah kepemimpinan Trihatma, APLN (saat itu bernama Agung Podomoro Group) mampu menyelesaikan 16 apartemen, 15 kawasan hunian, dan 16 kawasan komersial mixed-use hingga 2012. Beberapa proyek tersebut, antara lain, adalah:

  • Bukit Mediterania Samarinda;
  • Permata Mediterania;
  • Gading Grande Residences;
  • Bukit Golf Mediterania;
  • Villa Serpong;
  • Permata Hijau Residences;
  • The Pakubuwono Residences;
  • Jakarta Residences;
  • Thamrin Residences;
  • Mediterania Marina Residences;
  • The Peak at Sudirman;
  • Sudirman Park;
  • Central Park;
  • Kelapa Gading Square;
  • Mangga Dua Square; serta
  • Thamrin City.

Sebagai pemimpin, Trihatma terbukti mumpuni. Dia memodernisasi sistem kerja APLN usai krisis moneter, menerapkan ISO 9001, serta melakukan penawaran saham kepada publik (IPO) di tahun 2010.

Filosofi Trihatma

Lewat filosofi hidup no guts, no glory yang berarti ‘Tidak ada nyali, tidak ada kemuliaan’, Trihatma dikenal sebagai pemimpin visioner dan bernyali dalam mengambil keputusan. Dia tak ragu mengambil risiko dalam sebuah keputusan.

Selain itu, sebagai pengusaha, nilai-nilai kejujuran, loyalitas, dan fair selalu dijunjung oleh Trihatma. Dalam berbisnis, keuntungan (cuan) ditempatkan di akhir. Prinsipnya adalah mengutamakan cengli (kejujuran), lalu cincai (fleksibel atau kemudahan), baru cuan (keuntungan). Sesuai dengan namanya podo moro yang berarti ‘semua datang’ atau ‘merangkul semua orang’ dalam bahasa Jawa, APLN di bawah kepemimpinan Trihatma ingin membangun untuk semua segmen masyarakat.