Nama Sandiaga Uno bukanlah sosok baru dalam lanskap bisnis maupun politik Indonesia. Lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969, Sandiaga Uno dikenal sebagai figur yang meniti karier dari dunia investasi sebelum kemudian masuk ke gelanggang politik nasional.

Perjalanan kariernya membentang dari krisis ekonomi 1998, pendirian perusahaan investasi, hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kini, setelah tidak lagi berada di kabinet pemerintahan, Sandiaga kembali memberi perhatian besar pada sektor kewirausahaan dan investasi.

Untuk mengenal lebih jauh tentang sosok Sandiaga Uno, simak informasi berikut yang telah redaksi Olenka rangkum dari berbagai sumber pada Sabtu (14/02/2026):

Fondasi Pendidikan dan Awal Karier

Sandiaga tumbuh dalam keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Ayahnya, Razif Halik Uno, berdarah Bugis-Gorontalo, sementara ibunya, Rachmini Rachman, berdarah Jawa dan dikenal sebagai pendidik. Dari garis keluarga ayah, ia memiliki jejak historis yang bersambung pada tokoh pers dan konservasionis Gorontalo. Sementara dari garis ibu, ia tumbuh dalam tradisi intelektual yang kuat. Latar inilah yang membentuk karakter disiplin dan kompetitif sejak usia muda.

Baca Juga: Pelajaran Bisnis dari Perjalanan Sandiaga Uno

Pria yang juga karib disapa Bang Sandi itu menyelesaikan pendidikan sarjana di Wichita State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar MBA dari George Washington University. Karier profesionalnya dimulai di sektor keuangan internasional, termasuk di perusahaan seperti Seapower Asia Investment dan NTI Resources Ltd di Amerika Serikat.

Namun, krisis moneter 1998 menjadi titik balik. Sandiaga kehilangan pekerjaannya dan kembali ke Indonesia dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Dari fase inilah, jalur kewirausahaannya dimulai.

Membangun Kerajaan Investasi: Saratoga dan Diversifikasi Bisnis

Pada 1997–1998, bersama rekannya Edwin Soeryadjaya, Sandiaga mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi dan private equity, dengan fokus pada sektor sumber daya alam, infrastruktur, serta konsumer.

Saratoga menjadi kendaraan utama ekspansi bisnis Sandiaga. Portofolionya mencakup sejumlah perusahaan besar, di antaranya:

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Saratoga Group, Milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno

  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk (sektor pertambangan batu bara)
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (infrastruktur telekomunikasi)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (pertambangan emas dan tembaga)

Melalui strategi investasi jangka panjang, Sandiaga dikenal mengedepankan pendekatan value investing dengan mengambil kepemilikan signifikan di perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, lalu memperkuat tata kelola dan ekspansi bisnisnya.

Selain Saratoga, Sandiaga juga mendirikan Recapital Advisors pada 1998, yang bergerak di bidang manajemen aset dan investasi keuangan. Ia juga pernah terlibat dalam pengembangan berbagai usaha rintisan serta UMKM, terutama di sektor kreatif dan pariwisata.

Baca Juga: Sandiaga Uno: UMKM Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Dalam berbagai laporan kekayaan, Sandiaga kerap masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi media bisnis internasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia menyatakan telah melakukan divestasi sebagian kepemilikan untuk fokus pada aktivitas publik dan sosial.

Masuk ke Politik, Memulai dari Partai Gerindra ke PPP

Karier politik Sandiaga dimulai saat ia bergabung dengan Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina. Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, ia maju mendampingi Anies Baswedan dan terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Setelah itu, Sandiaga mundur untuk maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Meski kalah, kiprahnya di politik nasional semakin menguat.

Pada akhir 2020, ia dipercaya menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Indonesia Maju. Di posisi ini, ia fokus pada pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan UMKM ekonomi kreatif.

Pada 2023, Sandiaga resmi berpindah ke Partai Persatuan Pembangunan, menandai babak baru dalam perjalanan politiknya.

Peran di Pemerintahan dan Fokus Ekonomi

Selama menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2020–2024), Sandiaga dikenal aktif mempromosikan beberapa program, antara lain:

  • Pengembangan desa wisata
  • Akselerasi digitalisasi UMKM
  • Pembukaan lapangan kerja di sektor kreatif
  • Promosi pariwisata berkelanjutan

Walaupun pendekatannya sering dikemas dengan narasi kewirausahaan dan penciptaan peluang kerja., ia juga aktif turun ke daerah, bertemu pelaku UMKM, serta memanfaatkan media sosial sebagai kanal komunikasi publik.

Setelah berakhirnya masa jabatan kabinet periode tersebut, Sandiaga tidak lagi menjabat sebagai menteri. Ia kini lebih aktif dalam kegiatan kewirausahaan, investasi, dan pemberdayaan UMKM, serta tetap menjadi figur politik nasional.

Baca Juga: Sandiaga Uno Soroti Harga BBM: Bukan Sekadar Angka, Tapi Cerminan Kebijakan Ekonomi

Di luar bisnis dan politik, Sandiaga mendirikan Yayasan OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) yang mendorong lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari visi jangka panjangnya untuk membangun ekonomi berbasis kewirausahaan. Ia juga aktif dalam berbagai forum ekonomi nasional dan internasional, sering berbicara tentang investasi, green economy, serta ekonomi berbasis inovasi.

Kehidupan Pribadi

Di balik citra pengusaha dan politisi, Sandiaga Uno dikenal sebagai figur keluarga yang cukup terbuka soal kehidupan personalnya. Ia menikah dengan Nur Asia Uno, yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kewirausahaan perempuan.

Sandiaga Uno dan Mpok Nur--sapaan Nur Asia--dikaruniai tiga orang anak, yakni Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno. Anak sulung, Atheera, telah menikah dengan Panji Bagas Dwi Prakoso di New York pada 2023. Anak-anak Sandiaga dikenal menempuh pendidikan di luar negeri dan berprestasi, dengan Amyra lulus dari NYU. 

Dalam sejumlah wawancara, Sandiaga kerap menyebut peran keluarga sebagai fondasi utama dalam perjalanan kariernya, terutama saat menghadapi krisis ekonomi 1998 yang menjadi titik awal ia membangun usaha sendiri. Ia juga beberapa kali menyampaikan bahwa kegagalan dan tekanan finansial di masa awal justru membentuk karakter kewirausahaannya.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Hilirisasi Harus Menciptakan Lapangan Kerja

Dari sisi gaya hidup, Sandiaga dikenal memiliki minat kuat pada olahraga, khususnya lari dan triathlon. Ia beberapa kali mengikuti ajang maraton internasional, termasuk New York City Marathon. Aktivitas olahraga tersebut kerap ia kaitkan dengan filosofi disiplin dan konsistensi dalam bisnis maupun politik.

Dalam keseharian, citra yang dibangun adalah figur yang energik, komunikatif, dan dekat dengan pelaku UMKM. Media sosial menjadi salah satu kanal utama yang ia gunakan untuk berbagi aktivitas kerja, olahraga, hingga momen keluarga.

Pada akhirnya, perjalanan Sandiaga Uno memperlihatkan transformasi seorang profesional yang tumbuh dari krisis menjadi pelaku bisnis besar, lalu melangkah ke panggung politik nasional.