Transisi ke Dunia Sipil dan Jejak Karier
Setelah pensiun dini pada 2014, Ossy melanjutkan pengabdian di ranah sipil. Dikutip dari Liputan6.com, ia dipercaya sebagai Asisten Pribadi Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan kemudian tetap berperan sebagai staf pribadi hingga saat ini.
Kariernya terus berkembang di berbagai bidang. Ia menjabat sebagai Manajer LavAni Volleyball Club sejak 2019 dan berhasil membawa klub tersebut meraih juara Proliga 2022 dan 2023.
Selain itu, dikutip dari laman LinkedIn pribadinya, ia juga dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Museum dan Galeri SBY-Ani sejak 2020, menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian seni dan budaya.
Pada tahun 2025, ia juga diangkat sebagai Komisaris PT Telkom Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Sementara itu, puncak kariernya di pemerintahan ditandai dengan pelantikannya sebagai Wakil Menteri ATR/BPN pada 21 Oktober 2024.
Kiprah di Partai Politik
Di ranah politik, Ossy aktif di Partai Demokrat. Dikutip dari laman resmi partai Demokrat, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Strategis sebelum dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal untuk periode 2020–2025.
Setelah Kongres Partai Demokrat 2025, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK).
Penghargaan
Sepanjang kariernya, Ossy Dermawan telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Dikutip dari Liputan6.com, di bidang akademik ia dikenal sebagai lulusan terbaik Norwich University.
Di lingkungan militer, ia juga meraih predikat terbaik dalam berbagai pendidikan.
Negara turut menganugerahkan sejumlah tanda jasa, seperti Satyalencana Dharma Nusa, Satyalencana Santi Dharma, serta Satyalencana Kesetiaan.
Ossy juga menerima medali dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kontribusinya dalam misi perdamaian di Lebanon.
Kekayaan
Dikutip dari Kompas.com, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 16 Maret 2026, total kekayaan Ossy Dermawan tercatat mencapai sekitar Rp10,7 miliar. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp9,2 miliar.
Ia juga tercatat memiliki empat aset properti dengan total nilai Rp 685 juta, yang terdiri dari tanah di Bekasi dan Subang.