Soerjanto Tjahjono merupakan sosok kunci di balik upaya peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia. Sejak menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada 2015, ia memimpin berbagai investigasi kecelakaan transportasi dengan pendekatan berbasis riset dan analisis mendalam.

Karier Soerjanto berangkat dari latar belakang akademik di Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia menempuh studi di Jurusan Teknik Mesin dan Penerbangan. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia memulai langkah profesionalnya di Garuda Indonesia sebagai analis sistem dan programmer komputer.

Tak lama berselang, ia melanjutkan karier di Garuda Maintenance Facility (GMF) sebagai teknisi sekaligus insinyur pesawat. Dalam periode ini, Soerjanto terlibat dalam berbagai proyek pemeliharaan dan pengembangan sistem pesawat, yang turut membentuk kompetensinya dalam aspek keselamatan dan keandalan operasional penerbangan.

Baca Juga: Mengenal Eksistensi Green Line SM, Siapa Pemilik Taksi Hijau Ini?

Perkembangan kariernya terbilang pesat. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah kelulusan, ia telah menunjukkan peningkatan signifikan melalui keterlibatan dalam proyek-proyek strategis.

Memasuki awal 1990-an, Soerjanto dipercaya bergabung di departemen teknik sebagai insinyur struktur junior, sebelum kemudian memimpin kelompok struktur untuk armada pesawat seperti Fokker F-28, DC-9, hingga Boeing 737.

Tak hanya itu, ia juga berperan dalam pengembangan Program Kontrol Keandalan di Garuda Indonesia, sebuah sistem penting untuk memastikan standar keselamatan dan performa pesawat tetap terjaga.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sigit Puji Santosa, Perancang Maung MV3 Garuda Limousine yang Kini Jabat CTO Danantara

Sejak 1991, Soerjanto turut berkontribusi sebagai instruktur dalam berbagai program teknis, mulai dari kontrol korosi, perbaikan komposit, hingga kelaikan udara, sebelum akhirnya menjabat sebagai kepala departemen struktur pesawat terbang pada 1993.

Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan membawanya melanjutkan studi doktoral di Delft, Belanda, pada 1994. Di bawah bimbingan Prof. Ir. L. B. Vogelesang dan Prof. Ir. K. Smit, ia melakukan penelitian di bidang struktur dan material pesawat, khususnya terkait material Glare.

Penelitian tersebut berfokus pada pemanfaatan material sebagai solusi perbaikan dan pengganti bagian struktural pesawat, sekaligus mempertimbangkan aspek efisiensi ekonomi dalam pemeliharaan.

Gelar doktor berhasil diraih pada Juni 1998. Setelah itu, Soerjanto kembali melanjutkan kariernya di Garuda Indonesia dan mulai aktif terlibat dalam kegiatan investigasi keselamatan transportasi melalui KNKT. 

Keterlibatan ini menjadi titik awal kontribusinya dalam memperkuat sistem investigasi kecelakaan transportasi di Indonesia.

Dengan rekam jejak panjang di dunia teknik penerbangan dan investigasi keselamatan, Soerjanto kemudian dipercaya memimpin KNKT hingga saat ini.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Prabowo Minta KAI Evaluasi

Di bawah kepemimpinannya, KNKT terus mengedepankan integritas dan profesionalisme dalam setiap investigasi, dengan tujuan utama mencegah terulangnya kecelakaan akibat kelalaian sistemik.

Dedikasi dan pengalaman puluhan tahun yang dimiliki Soerjanto menjadikannya salah satu figur penting dalam menjaga standar keselamatan transportasi nasional, sekaligus memastikan setiap insiden menjadi pelajaran berharga bagi perbaikan sistem ke depan.