Perjalanan Karier

Pritt Timothy mulai mengenal dunia seni sejak duduk di bangku SMA pada 1973. Saat itu, ia aktif terlibat dalam berbagai pementasan teater, sekaligus menekuni dunia puisi sebagai pembaca dan penulis.

Pritt kemudian mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai pengisi suara. Debut aktingnya di layar lebar dimulai pada 2002 lewat film Marsinah, Cry Justice karya Slamet Rahardjo. Dalam film tersebut, ia memerankan Soewono.

Sejak saat itu, Pritt Timothy terus aktif membintangi berbagai film dengan beragam karakter. Ia tampil dalam Preman in Love (2009), Negeri 5 Menara (2012), Sang Kiai dan Jokowi (2013), serta Battle of Surabaya, Jenderal Soedirman, dan Jas Merah Sang Garuda pada 2015.

Pada 2016, Pritt kembali hadir dalam sejumlah film, seperti Ada Apa dengan Cinta? 2, Bangkit!, dan Wonderful Life. Kiprahnya berlanjut lewat Moonrise Over Egypt dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), kemudian Kuambil Lagi Hatiku, Mantan Manten, DoReMi & You, Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot, dan Ku Tak Percaya Kamu Mati (2019).

Memasuki 2020, Pritt tampil dalam Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah. Setahun kemudian, ia membintangi KNK: Santa Claus dari Jakarta?, Yowis Ben Finale, dan Makmum 2.

Baca Juga: Awali Karier Jadi Insinyur, Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Tanta Ginting di Dunia Akting

Pada 2022, Pritt terlibat dalam sejumlah film, di antaranya Just Mom, Pulang, Srimulat: Hil yang Mustahal - Babak Pertama, Ngeri-Ngeri Sedap, Inang, Qodrat, Qorin, dan Cek Toko Sebelah 2.

Tahun berikutnya, ia kembali aktif lewat Layar, Balada Si Roy, Mangkujiwo 2, Sewu Dino, Buya Hamka, Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Desa Bunuh Diri, dan Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul.

Pada 2024, Pritt tampil dalam Vina: Sebelum 7 Hari, Paku Tanah Jawa, Laut Tengah, Dosa Musyrik, Puang Bos, dan Konco-Konco Edan. Sementara pada 2025, ia membintangi Anak Kunti, Qodrat 2, Pembantaian Dukun Santet, Syirik: Danyang Laut Selatan, Panji Tengkorak, Riba, dan Janur Ireng.

Memasuki 2026, Pritt tercatat membintangi Alas Roban, Danur: The Last Chapter, dan Ayah, Aku Mau Cerita.

Selain film layar lebar, Pritt Timothy juga terlibat dalam sejumlah film pendek, yakni Dian (2015), On the Origin of Fear dan Gilingan (2016), Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019), serta Nyengkuyung (2021).

Di ranah serial web, Pritt mengawali kiprahnya lewat Tunnel (2020). Ia kemudian tampil dalam Hitam (2021), 17 Selamanya, Pulang, Pertaruhan the Series, dan Mr. Midnight: Beware the Monsters (2022). Pada 2023, ia membintangi Gadis Kretek, kemudian Demi Masa pada 2024.