Dalam dunia bisnis Indonesia, nama Salim Group telah lama dikenal sebagai salah satu konglomerasi terbesar. Di balik kesuksesan ini, generasi ketiga keluarga Salim mulai mengambil alih kendali bisnis, salah satunya adalah Axton Salim. Sebagai putra sulung dari Anthony Salim dan cucu dari Sudono Salim, Axton kini menjadi sosok penting dalam melanjutkan kejayaan bisnis keluarganya.
Menjadi bagian dari keluarga besar konglomerat tentu bukan hal yang mudah. Axton Salim harus membuktikan bahwa dirinya mampu membawa bisnis keluarga ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan pendidikan dan pengalaman kerja yang matang, ia telah membangun reputasi sebagai pemimpin yang inovatif dan progresif. Kiprahnya di berbagai bidang, mulai dari industri makanan hingga investasi digital, menunjukkan bahwa ia bukan sekadar penerus, tetapi juga seorang pembaharu yang siap menghadapi tantangan zaman.
Pendidikan dan Awal Karier
Lahir pada tahun 1979, Axton Salim menyelesaikan pendidikan sarjananya di University of Colorado, Amerika Serikat, dengan gelar Bachelor Administrasi Bisnis pada tahun 2002. Setelah lulus, ia memulai kariernya di sektor keuangan dengan bekerja di Credit Suisse, Singapura, sebelum akhirnya bergabung dengan bisnis keluarga.
Baca Juga: Deretan 8 Pengusaha Raksasa di Istana Kepresidenan: Anthoni Salim hingga Tomy Winata
Keputusannya untuk bekerja di sektor keuangan sebelum terjun ke bisnis keluarga menunjukkan komitmennya dalam membangun dasar yang kuat di dunia profesional. Pengalaman ini membantunya memahami dinamika pasar global serta strategi investasi yang efektif, yang kelak berguna dalam mengelola bisnis keluarga. Setelah dua tahun di dunia perbankan, Axton memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengaplikasikan ilmunya di Indofood.
Pada tahun 2004, Axton kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PT Indofood Fritolay Makmur sebagai Brand Manager. Kariernya terus menanjak, dan pada tahun 2007 ia diangkat menjadi Assistant CEO Indofood, mendampingi sang ayah, Anthony Salim. Pada tahun yang sama, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Perannya sebagai Assistant CEO Indofood tidak hanya sebatas mendampingi sang ayah, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran baginya untuk memahami struktur dan operasional bisnis lebih dalam. Dengan pengalaman yang semakin matang, ia mulai mengambil peran lebih aktif dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak pada ekspansi dan pertumbuhan Indofood.
Baca Juga: Mengulik Peran Keluarga Sudono Salim dalam Pohon Bisnis Salim Group
Menjadi Direktur Indofood
Puncak dari perjalanan awal karier Axton terjadi pada tahun 2009 ketika ia ditunjuk sebagai Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pengangkatan ini menjadikannya salah satu anggota direksi termuda dalam sejarah perusahaan. Sebagai Direktur, Axton tidak hanya bertanggung jawab atas operasional perusahaan, tetapi juga berperan dalam inovasi dan ekspansi bisnis Indofood.
Sebagai pemimpin muda, Axton membawa pendekatan yang lebih modern dalam mengembangkan Indofood. Ia mulai merambah pasar e-commerce dan berkolaborasi dengan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan produk Indofood. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas produk bagi konsumen, tetapi juga membawa Indofood lebih dekat dengan tren pasar yang terus berkembang.
Selain itu, Axton juga terlibat dalam pengembangan produk dan diversifikasi lini bisnis. Ia menyadari bahwa inovasi adalah kunci untuk mempertahankan posisi Indofood sebagai pemimpin industri makanan di Indonesia. Oleh karena itu, ia terus mendorong riset dan pengembangan produk baru agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
Inovasi dan Investasi di Era Digital
Selain memimpin Indofood, Axton juga aktif dalam dunia investasi dan inovasi, terutama di sektor digital. Pada tahun 2017, ia menjadi inisiator startup inkubator bisnis Block71, sebuah proyek kolaborasi antara National University of Singapore (NUS) Enterprise dan Salim Group. Block71 bertujuan untuk memberikan ekosistem yang mendukung pengembangan startup dengan akses ke jaringan investor, mentor, dan mitra industri.
Melalui Block71, Axton berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendorong inovasi dan kewirausahaan. Program ini memberikan kesempatan bagi para startup untuk berkembang dengan mendapatkan bimbingan dari para ahli serta akses ke pendanaan. Hal ini menunjukkan bagaimana Axton tidak hanya fokus pada bisnis keluarga, tetapi juga ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih maju di Indonesia dan Asia Tenggara.
Tak hanya itu, Axton juga berinvestasi di Popbox Asia Services, startup yang menyediakan jasa sewa loker pintar untuk layanan pengiriman dan penerimaan barang. Langkah ini menunjukkan visinya dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Dengan investasi di sektor digital, Axton membuktikan bahwa ia memiliki visi jangka panjang dalam melihat potensi bisnis di era teknologi. Keberhasilannya dalam membawa Indofood masuk ke ranah digital serta berkontribusi dalam ekosistem startup membuktikan bahwa ia adalah pemimpin yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman.
Peran Sosial dan Aktivisme
Meskipun sibuk dalam dunia bisnis, Axton tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat. Ia pernah menjadi representatif dari Scaling Up Nutrition Business Network, sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting pada anak-anak. Melalui Indofood, ia juga aktif dalam berbagai program CSR yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Deretan Keluarga Konglomerat Lintas 3 Generasi di Indonesia
Selain itu, Axton juga terlibat dalam berbagai program sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat luas, termasuk kampanye kesadaran gizi dan program bantuan bagi komunitas yang membutuhkan. Baginya, bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kehidupan Pribadi dan Aktivitas di Media Sosial
Axton Salim dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul. Berbeda dengan citra pebisnis yang kaku, ia aktif di media sosial, khususnya Instagram dengan username @axtonsalim. Melalui akun ini, ia kerap berbagi momen kesehariannya dan interaksi dengan berbagai pihak, termasuk endorse untuk merek-merek besar seperti Samsung.
Kepribadiannya yang santai dan humoris membuatnya banyak disukai oleh masyarakat. Tidak jarang, ia membalas komentar netizen dengan candaan yang ringan, menjadikannya salah satu tokoh bisnis yang dekat dengan publik. Hal ini membuktikan bahwa meskipun berasal dari keluarga konglomerat, ia tetap membumi dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat luas.
Masa Depan dan Visi Bisnis
Sebagai generasi penerus Salim Group, Axton memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengembangkan warisan bisnis keluarganya. Dengan strategi inovatif dan keberaniannya dalam menjajaki sektor digital, ia diyakini akan membawa Salim Group ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya menjaga eksistensi bisnis keluarga, tetapi juga memastikan bahwa perusahaan tetap relevan di era modern yang serba digital.
Baca Juga: Mengenal Sosok Haji Isam, Konglomerat Asal Kalimantan yang Punya Gurita Bisnis
Di masa depan, Axton berencana untuk terus memperluas bisnisnya ke berbagai sektor, termasuk ekspansi internasional Indofood. Dengan pendekatan yang visioner dan kemampuan adaptasi yang tinggi, ia siap membawa Salim Group ke level global dan memastikan bahwa warisan keluarganya terus berkembang dengan inovasi yang berkelanjutan.