Nama Siti Nadia Tarmizi dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, terutama sejak pandemi COVID-19. Ia merupakan dokter sekaligus pejabat di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang kerap tampil di media untuk menjelaskan berbagai kebijakan kesehatan pemerintah.

Dengan latar belakang epidemiologi dan pengalaman panjang di bidang kesehatan masyarakat, Nadia memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada publik, mulai dari program vaksinasi hingga isu penyakit menular.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

dr. Siti Nadia Tarmizi merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikan Magister Epidemiologi. Keahlian di bidang epidemiologi membawanya berkarier di sektor kesehatan publik dan menduduki berbagai posisi strategis di Kementerian Kesehatan. 

Sebelum dikenal luas oleh publik, Nadia telah lama berkiprah di lingkungan Kementerian Kesehatan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik sejak 2018, sebelum kemudian mengemban posisi sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. 

Pengalaman tersebut membuatnya terlibat langsung dalam berbagai kebijakan pengendalian penyakit di Indonesia.

Baca Juga: Profil Dante Saksono Harbuwono, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang Kini Jabat Wakil Menteri Kesehatan

Peran Penting saat Pandemi COVID-19

Mengutip dari laman Detik News, Minggu (15/3/2026), nama Siti Nadia Tarmizi semakin dikenal publik ketika pemerintah menunjuknya sebagai salah satu juru bicara terkait program vaksinasi COVID-19. 

Dalam peran ini, ia sering menyampaikan perkembangan vaksinasi, kebijakan kesehatan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan penularan virus. 

Sebagai juru bicara, Nadia juga aktif mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi kesehatan yang tidak jelas sumbernya, terutama hoaks yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. 

Selain itu, ia kerap menyampaikan data dan kebijakan terkait pengendalian pandemi, termasuk strategi isolasi mandiri dan upaya memutus rantai penularan penyakit.