Nama Manoj Punjabi tentu sudah tidak asing lagi di industri perfilman Indonesia. Sebagai pendiri sekaligus CEO MD Entertainment, ia dikenal sebagai sosok di balik lahirnya berbagai film dan serial televisi populer yang sukses menarik perhatian penonton Tanah Air.

Terbaru, Manoj kembali menghadirkan film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea. Berbeda dari film horor pada umumnya, karya ini dirancang bukan sekadar menjadi tontonan, melainkan menghadirkan pengalaman uji nyali yang lebih intens di dalam bioskop. 

Mengutip dari berbagai sumber, Manoj Punjabi mengungkap dalam konferensi persnya, konsep film ini dikembangkan agar penonton tak hanya menyaksikan jalan cerita, tetapi juga ikut merasakan ketegangan yang dialami para karakter.

Terlepas dari itu, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Manoj Punjabi.

Baca Juga: Nia Dinata dan Jejak Kariernya Jadi Produser dan Sutradara Ternama

Profil Manoj Punjabi

Manoj Punjabi memiliki nama lengkap Manoj Dhamoo Punjabi. Ia merupakan pria keturunan India yang lahir pada 7 Desember 1972. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Manoj tumbuh di lingkungan keluarga yang sudah akrab dengan industri hiburan.

Ayahnya, Dhamoo Punjabi, merupakan produser sekaligus pendiri rumah produksi Multivision Plus (MVP) bersama kedua adiknya, Raam Punjabi dan Gobind Punjabi, pada 1990. Latar belakang keluarga inilah yang kemudian turut membentuk ketertarikan Manoj terhadap dunia perfilman dan industri hiburan.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Manoj melanjutkan studi di Universitas Eropa Indonesia, Surabaya, dengan mengambil jurusan Administrasi Bisnis dan Manajemen.

Dalam kehidupan pribadinya, Manoj Punjabi menikah dengan Shania Punjabi pada tahun 2000. Dari pernikahannya ini,  keduanya dikaruniai tiga orang anak, yakni Sairaa Punjabi, Nayla Punjabi, dan Rehaan Punjabi.

Perjalanan Karier

Sebelum dikenal sebagai salah satu produser paling berpengaruh di Indonesia, Manoj Punjabi sempat meniti karier di berbagai bidang. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja di sebuah perusahaan kertas selama tiga tahun. 

Kemudian, ia bergabung dengan bisnis ekspor-impor milik keluarga dan juga sempat menjalankan usaha di bidang tekstil selama dua hingga tiga tahun. Setelah mencoba berbagai profesi, Manoj akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia yang telah dikenalnya sejak kecil, yakni industri hiburan. 

Ia memulai karier di bisnis keluarga dari bawah, bukan langsung sebagai produser. Kala itu, Manoj bertugas menjual LaserDisc berisi berbagai judul sinetron Indonesia yang sedang tayang. Berkat dedikasi dan kinerjanya, ia kemudian dipercaya untuk ikut menangani proses produksi.

Baca Juga: Berkenalan dengan Dipa Andika, Intip Perjalanan Karier Produser Film Agak Laen

Sinetron Jin & Jun menjadi proyek awal yang digarapnya sebagai produser pelaksana. Titik balik perjalanan kariernya terjadi pada 7 Desember 2002, ketika bersama sang ayah, Dhamoo Punjabi, ia mendirikan MD Entertainment setelah keluar dari Multivision Plus (MVP). 

Sejak awal berdiri, Manoj memiliki visi untuk menghadirkan karya-karya berkualitas yang mampu membawa warna baru bagi industri pertelevisian Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, MD Entertainment melahirkan berbagai sinetron populer, salah satunya Cinta Fitri, yang menjadi salah satu ikon televisi Indonesia. Dalam kurun waktu sekitar satu dekade, rumah produksi tersebut juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti Panasonic Awards, SCTV Awards, Indonesian Movie Awards, hingga Yahoo OMG Awards.

Tak berhenti di industri televisi, Manoj kemudian memperluas bisnisnya ke layar lebar melalui MD Pictures. Rumah produksi ini telah melahirkan sederet film sukses, di antaranya Ayat-Ayat Cinta (2008), Habibie & Ainun (2012), hingga KKN di Desa Penari (2022), yang masuk dalam jajaran film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak.

Baca Juga: Nia Dinata dan Jejak Kariernya Jadi Produser dan Sutradara Ternama

Hingga kini, Manoj Punjabi tercatat telah memproduseri puluhan film Indonesia lintas genre seperti Surga yang Tak Dirindukan, Danur, KKN di Desa Penari, Sewu Dino, Badarawuhi di Desa Penari, Ipar adalah Maut, Pabrik Gula, hingga sejumlah film yang dijadwalkan tayang pada 2026. 

Selain itu, di bawah naungan MD Corporation, Manoj juga mengembangkan sejumlah unit usaha lain, seperti MD Animation dan MD Music. Melalui MD Animation lahir serial animasi Adit Sopo Jarwo, sementara MD Music memproduksi berbagai lagu yang menjadi soundtrack film dan serial produksi MD.