Pencegahan dan Penanganan Hepatitis
Pencegahan terbaik hepatitis adalah melalui pemberian vaksinasi hepatitis B, yang telah menjadi program imunisasi dasar sejak bayi lahir. Bagi orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi atau belum pernah mendapatkan vaksinasi, juga sangat disarankan.
Selain itu, hindari penggunaan barang pribadi bersama dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pencegahan hepatitis juga disarankan melalui penerapan pola gizi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari konsumsi alkohol untuk mencegah MAFLD/MASLD.
Jika sudah terdiagnosis hepatitis B atau C kronis, penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi infeksi. Dokter akan memberikan terapi pengobatan antivirus maupun golongan penguat sistem imun untuk menekan aktivitas virus dan mencegah komplikasi.
Jika hepatitis disebabkan MAFLD/MASLD, penanganan difokuskan pada perbaikan faktor risiko metabolik dan pola hidup, sehingga dapat menghentikan penumpukan lemak di organ hati. Jika kerusakan hati sangat parah, operasi transplantasi hati merupakan pilihan penanganan yang akan disarankan oleh dokter sebagai upaya terakhir.
Menjaga kesehatan organ hati adalah investasi jangka panjang. Merayakan World Hepatitis Day pada 28 Juli, mari lebih waspada terhadap gejala Hepatitis dan segera lakukan screening jika Anda memiliki faktor risiko metabolik atau mengalami gejala yang mencurigakan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi jika Anda ingin melakukan pemantauan rutin kesehatan fungsi hati. Penanganan awal secara komprehensif akan membantu memastikan kondisi organ hati Anda tetap terjaga dengan optimal.