Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) merupakan seorang neurologis atau dokter saraf sekaligus akademisi yang kini menjabat sebagai Rektor Unika Atma Jaya periode 2023–2027. Prof. Yuda menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1998. Dia juga meraih gelar S3 dari kampus yang sama pada tahun 2013.
Dalam bidang neurologi, Prof. Yuda mempelajari lebih dalam tentang demensia, stroke, kesehatan lansia, dan hipertensi. Berkat sumbangsihnya, dia menjadi salah satu ahli neurologi ternama di Indonesia. Sejumlah karya penting berhasil dia luncurkan, termasuk Textbook Approaches to Neurocognitive Disorder Diagnosis (Volume I) dan Textbook Approaches to Neurocognitive Disorder Diagnosis (Volume II) di tahun 2019 yang menyediakan panduan komprehensif mengenai metode diagnostik untuk gangguan neurokognitif.
Lewat publikasi berjudul "Central Blood Pressure for the Management of Hypertension: Is It a Practical Clinical Tool in Current Practice?" di tahun yang sama, Prof. Yuda berhasil mengeksplorasi peran tekanan darah pusat dalam manajemen hipertensi; menilai apakah alat ini dapat diterapkan secara praktis dalam praktik klinis saat ini.
Penelitian lain yang pernah Prof. Yuda lakukan adalah "Cognitive and Functional Impairment, and Perception of Illness in Acute Stroke Patients" (2019). Dalam penelitian tersebut, Prof. Yuda membahas dampak dari stroke akut terhadap kemampuan kognitif dan fungsional pasien serta bagaimana persepsi mereka terhadap penyakit ini.
Sementara itu, Prof. Yuda juga mengajarkan sejumlah mata kuliah yang relevan dalam bidang kesehatan. Dia mengajar Biokimia dan Fisiologi Lanjutan, Biostatistik dan Epidemiologi, serta Ilmu Penyakit Saraf. Selain itu, mata kuliah Kedaruratan Medik, Kesehatan Mental dan Perilaku, serta Kewirausahaan di Bidang Kesehatan, juga dia ampu.
Dari pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Prof. Yuda menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat sejak usia muda. Hal itu adalah kunci bagi kesehatan otak dan sistem saraf.
“Idealnya tidur malam itu 7-8 jam. Harus menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol. Kebiasaan-kebiasaan ini berkontribusi pada keseimbangan kimia dalam otak dan dapat mengurangi risiko gangguan saraf,” tuturnya, mengutip Okezone.com pada Kamis (1/1/2026).