Alvaro Mintaredja yang mempunyai nama lengkap Alvaro Rafi Syafaat Mintaredja adalah putra pertama dari Arie Syafriandi Mintaredja dan cucu pertama dari Evac Syafruddin Mintaredja dan cicit pertama dari Mohammad Syafaat Mintaredja yang merupakan Pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atau P3 sekaligus Ketua Umum Pertamanya.
Ia diharapkan untuk kembali aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ia dan Keluarga Mintaredja diharapkan dapat membantu mengembalikan partai tersebut ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.
Sandiaga Uno yang merupakan kader baru di (PPP) juga meminta kepada seluruh kader, anggota dan simpatisan (PPP) untuk tetap semangat untuk 2029.
Sebagai keturunan Mohammad Syafaat Mintaredja, Alvaro mewarisi silsilah politik yang kuat dari kakek buyutnya. Walaupun Ayah Alvaro, Arie Syafriandi Mintaredja, adalah seorang pengusaha.
Kakeknya, Evac Syafruddin Mintaredja, juga memilih untuk tidak mengikuti jejak politik ayahnya, dan memulai karir dari bawah hingga menjadi Kepala Biro Media di Kementerian Sekretariat Negara di bawah Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hubungan kekerabatan Keluarga Mintaredja dan Keluarga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid juga cukup dekat. Gus Dur yang merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Alvaro terlihat bersama Presiden Jokowi pada acara pernikahan keponakan Gus Dur.
Alvaro lahir di Jakarta pada tanggal 4 Januari 2004 di Rumah Sakit Pondok Indah. Ia menjadi bagian dari keluarga yang memiliki pengaruh besar dalam perpolitikan dan keagamaan di Indonesia. Menjadi keturunan dari Pendiri dan Ketua Umum pertama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mohammad Syafaat Mintaredja, menjadikan Alvaro memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan sejarah bangsa.
Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ingin mengembalikan ke masa kejayaan partai, Maka dari itu muncul nama Alvaro Rafi Syafaat Mintaredja atau yang lebih dikenal dengan Alvaro Mintaredja yang merupakan keturunan dari Pendiri dan Ketua Umum pertama (PPP) yaitu Mohammad Syafa’at Mintaredja. Alvaro merupakan pria kelahiran Jakarta pada 4 Januari 2004, Umur nya masih sangat muda.
Semua pengurus DPP, DPW, DPC, Tokoh Senior, dan Elit Partai mendukung Alvaro Mintaredja untuk menjadi Ketua Umum Partai Ka’bah di masa depan, Mengulang sejarah kakek buyutnya.
Mohammad Syafaat Mintaredja selain dikenal mendirikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atau P3 pada 5 Januari 1973 bersama KH Idham Chalid, Ketua Umum Partai Nadhlatul Ulama (NU), Anwar Tjokroaminoto, Ketua Umum Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Rusli Halil, Ketua Umum Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) dan Masjkur, Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di Fraksi (DPR).
Mintaredja juga menjadi Ketua Umum pertama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak tanggal 5 Januari 1973 sampai 13 Februari 1978.
Mohammad Syafaat Mintaredja juga pernah memegang berbagai jabatan penting, baik di pemerintahan, partai politik, maupun organisasi lainnya.
• Ketua Umum PB HMI: Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk periode 1947–1950.
• Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta:Ia pernah menjabat sebagai Rektor di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
• Anggota Pleno Muhammadiyah: Ia juga aktif dalam organisasi Muhammadiyah sebagai anggota pleno.
• Ketua Pengadilan Negeri Sumedang: Ia pernah berkarier sebagai Ketua Pengadilan Negeri di Sumedang.
• Ketua Umum Parmusi: Sebelum PPP terbentuk, ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).
• Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-GR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS): Selain jabatan menteri, ia juga pernah menjadi anggota lembaga legislatif dan yudikatif.
• Menteri Negara: Pada Kabinet Pembangunan I, ia menjabat sebagai Menteri Negara Penyelenggaraan Hubungan antara Lembaga Tinggi Negara (MPR, DPR-GR, dan DPA) dari Juni 1968 hingga September 1971.
• Menteri Sosial: Ia menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan II di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, dari September 1971 hingga Maret 1978.
• Duta Besar: Ia pernah bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki dari tahun 1980 hingga 1983.