Sosok Anies Baswedan ditempatkan menjadi salah satu figur utama di Partai Gerakan Rakyat sebuah partai baru yang baru dideklarasikan menjadi partai politik pada akhir pekan lalu. Eks Gubernur Jakarta itu digadang-gadang bakal menjadi calon presiden pada Pemilu mendatang.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid sudah berbicara terang-terangan mengenai hal ini, di bilang seluruh jajarannya berharap kelak Anies Baswedan menjadi presiden di masa mendatang.
Baca Juga: Buka Suara Soal Usulan Pilkada Lewat DPRD, Istana Sebut Itu Bukan Usulan Prabowo
“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, disiarkan langsung lewat kanal YouTube Gerakan Rakyat dilansir Rabu (21/1/2026).
Sekadar Menjadi Figur Pembanding
Kendati saat ini Anies telah punya kendaraan politik menuju Pemilu edisi mendatang, namun kehadiran Partai Gerakan Rakyat tak benar-benar menambah kekuatan politik baginya. Partai Gerakan Rakyat adalah amunisi segar tetapi keberadaannya tak bisa mengerek posisi politik Anies Baswedan ke posisi yang lebih tinggi dan kuat.
Dengan partai tersebut, Anies Baswedan hanya sekadar menjadi figur pembanding bagi kekuasaan saat ini. Kekuatan politiknya belum bisa menandingi Presiden Prabowo Subianto yang sekarang ini masih sukses menarik perhatian masyarakat lewat sederet kebijakan populis.
“Harus dipahami bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik masih rendah, sementara kebijakan populis Presiden Prabowo masih cukup menarik. Karena itu, kehadiran Anies saat ini lebih sebagai pembanding dan belum memiliki kekuatan politik yang setara,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat dihubungi Rabu (21/1/2026).
Kendati pengaruh politik tak naik signifikan, tetapi figur Anies Baswedan dinilai sebagai sosok alternatif pilihan masyarakat, ini bisa saja terjadi ke depannya apabila Prabowo Subianto gagal meyakinkan masyarakat. Intinya kata Dedi, Prabowo jangan sampai membuat kebijakan yang mengecewakan rakyat.
“Kebijakan dan corak politik Presiden Prabowo, Gibran, maupun Jokowi masih cukup dominan. Namun, jika muncul momentum kekecewaan publik, bukan tidak mungkin penyaluran aspirasi itu mengarah kepada Anies,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Pidato Kunci dalam World Economic Forum
Tantangan Berat
Meski menempatkan Anies Baswedan sebagai magnet utama, namun perlu diIngat Gerakan Rakyat adalah partai politik yang baru lahir, jam terbangnya di kancah politik nasional masih bisa dihitung jari. Ada tantangan berat yang bakal dihadapi ke depannya.