Perusahaan teknologi kesehatan (med-tech) asal Australia, Mediflow, memperluas ekspansinya ke Asia Tenggara dengan menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis utama. Perusahaan ini berfokus pada sistem udara bersih yang terintegrasi untuk lingkungan kesehatan dengan menghadirkan teknologi ventilasi canggih di ruang operasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan pasien sekaligus mendukung kinerja rumah sakit secara berkelanjutan.

Solusi yang ditawarkan Mediflow menitikberatkan pada peningkatan kualitas udara dan pengendalian infeksi, yang menjadi faktor kunci dalam menurunkan risiko infeksi bedah serta meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang. Langkah ekspansi di Indonesia sejalan dengan agenda transformasi kesehatan Tanah Air, di mana modernisasi infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sektor kesehatan secara global.

Baca Juga: Kesadaran Komunal sebagai Langkah Preventif Kesehatan

“Kami sangat antusias untuk memperluas ekspansi ke Indonesia seiring dengan upaya negara ini dalam meningkatkan infrastruktur layanan kesehatan menuju standar global. Di Mediflow, kami meyakini bahwa tata kelola klinis dimulai dari transparansi dengan menangkap dan mengukur hasil layanan agar kami dapat terus meningkatkan keselamatan pasien. Tanpa sistem pengawasan yang memadai, kita tidak dapat mengambil keputusan yang tepat," ujar Jordan Gear, Founder dan Managing Director Mediflow, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Pandangan ini mencerminkan pergeseran industri menuju pengelolaan layanan kesehatan berbasis data, di mana pengendalian infeksi tidak lagi dianggap sebagai isu klinis yang terpisah, tetapi sebagai indikator kinerja sistem secara menyeluruh. Ia juga menambahkan bahwa infeksi luka operasi (Surgical Site Infections/SSI) dapat memakan biaya antara USD 10.000 hingga USD 100.000 per kasus, tapi seringkali menjadi biaya tidak terlihat dalam sistem rumah sakit.

Studi klinis menunjukkan bahwa hingga 90% infeksi pada prosedur bedah bersih, seperti operasi ortopedi dan implan, berkaitan dengan kontaminasi melalui udara. Hal ini menegaskan pentingnya sistem ventilasi, pengendalian aliran udara, serta desain ruang bersih (clean room) dalam mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan hasil klinis.

Lauren Adams, Australia Trade and Investment Commissioner, menyoroti kemitraan jangka panjang antara Australia dan Indonesia dalam mendukung penguatan sistem kesehatan. “Australia dikenal memiliki kapabilitas yang kuat di bidang kesehatan, termasuk sistem dan infrastruktur layanan kesehatan, keahlian klinis spesialis, pendidikan, keterampilan, digital health, dan inovasi. Kami melihat pertumbuhan yang kuat dari perusahaan-perusahaan Australia yang menjajaki peluang di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini sangat menekankan kemitraan—bekerja sama erat dengan rumah sakit, tenaga medis, dan pemangku kepentingan industri setempat untuk memastikan solusi yang diberikan sesuai kebutuhan dan menjawab kebutuhan nyata pasien,” ujarnya.

Ia juga mengakui adanya peluang sekaligus kompleksitas di pasar Indonesia. Indonesia merupakan peluang pertumbuhan yang signifikan, mengingat skalanya yang besar, meningkatnya permintaan layanan kesehatan, serta komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sektor ini. Meskipun pasar ini cukup kompleks, terdapat momentum yang jelas dari pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat sistem kesehatan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan, pendidikan, dan pembangunan kapasitas jangka panjang. Australia Trade and Investment Commission berkomitmen untuk mendukung penguatan kemitraan komersial di sektor kesehatan Indonesia, dengan menghadirkan keunggulan serta kapabilitas Australia guna mendukung industri dan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan ambisi mereka di sektor ini.