Program andalan Presiden Prabowo Subianto Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali meminta tumbal di tengah maraknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.
Kali ini korbannya adalah RAP seorang bocah sekolah dasar di Poncowarno, Lampung Tengah. Korban yang masih berusia 9 tahun itu tewas setelah tersedak biji buah kelengkeng dari menu MBG pada Selasa (22/9/2026).
Kejadian ini bermula ketika bocah kelas III SD ini tengah berada di ruang kelas dan mengonsumsi makanan yang diberikan melalui program MBG bersama teman-temannya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, ketika kejadian korban disebut sedang makan sambil bermain dan berlari-larian.
Saat tersedak, pihak sekolah sempat meminta pertolongan ke Puskesmas namun nyawanya tak tertolong setelah dirujuk ke RS Kartini.
Peristiwa naas ini kini sedang ramai disorot masyarakat luas di media sosial. Seruan untuk segera menghentikan program yang sangat membebani keuangan negara itu kembali menggema.
Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif turut menyoroti peristiwa ini. Dia mengatakan salah satu program yang selalu dibangga-banggakan Prabowo itu selalu mencari jalannya untuk menyakiti para penerima manfaat, setelah marak kasus keracunan yang mengancam jiwa, kali ini MBG benar-benar merenggut nyawa anak-anak tak berdosa.
Ada banyak cara MBG ini menyakiti anak-anak,” ungkapnya dilansir Kamis (24/9/2026).
Ahmad menyoroti kasus-kasus keracunan yang terjadi beberapa waktu terakhir yang korbannya mencapai ratusan hingga ribuan siswa. Kali ini, program tersebut kembali memakan korban hingga meninggal dunia
"Mulai dari meracuni hingga membuat anak tersedak hingga meninggal dunia,” sambungnya.
Lebih lanjut dalam komentarnya, dirinya menyindir pernyataan kepala presiden Prabowo hingga pernyataan kepala BGN yang disebutnya antikritik
Semua yg kritik dimusuhi, pakar dibilang goblok, sekarang netizen dibilang bot. Hanya yg menjilat yg dianggap orang-orangan ya?,” katanya lagi.
Kasus ini pun disoroti oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai aspek keamanan makanan, termasuk risiko tersedak atau choking hazard, semestinya menjadi bagian dari standar dalam pelaksanaan MBG
Kasus di Lampung Tengah ini pun membuka pertanyaan mengenai sejauh mana standar keamanan makanan untuk anak telah diterapkan dalam program MBG.
Baca Juga: Katanya Mau Kejar Koruptor Sampai Antartika, tapi Pak Prabowo Kok Diam Saja Soal Nusron Wahid?
Sementara itu, polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk kronologi korban saat mengonsumsi kelengkeng hingga mendapat pertolongan medis.