Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) merupakan tipikal pemimpin yang lincah yang cenderung mengeksekusi program mikro dengan sangat presisi. Gaya cekatan Jokowi berbanding terbalik dengan Prabowo yang kerap fokus pada program makro.
Karenanya kata Henri Program Makan Siang Bergizi (MBG) yang saat ini menuai berbagai masalah bakal baik-baik saja jika dieksekusi di era Jokowi. Secara tersirat Henri menyebut salah satu program unggulan pemerintah itu memang tidak cocok dijalankan Prabowo.
Baca Juga: Survei Terbaru: Rapor Anaknya Jokowi Kebakaran!
"Kalau di zaman Jokowi ada MBG, pasti benar. Kenapa? Karena si Pak Jokowi ini lincah dia. Dia pasti datangin tuh MBG satu-satu. Gimana hari ini enak masakannya? Sehingga si SPPG atau sekolah-sekolah itu takut. Jangan-jangan besok didatangi," kata Hendri Satrio dilansir Rabu (28/10/2026).
Sementara Prabowo kata Hendri Satrio, lebih cenderung menerima laporan dari anak buahnya. Hal itu kemudian membuat masalah MBG terus terjadi karena ada kemungkinan laporan yang diterima adalah yang baik-baik saja. BacaIsu Politik
"Saya mendapat laporan. Itu bedanya ya. Nah, itu bedanya sangat signifikan. Artinya, pada saat Gibran turun mengikuti apa yang biasa dilakukan ayahnya, di situlah sebetulnya momen rakyat bercerita kepada pemerintah," kata Hendri Satrio.
Dia menjelaskan bahwa rakyat Indonesia pada dasarnya senang ketika presiden tubuhnya selalu bersama rakyat, dan itu yang dilakukan Jokowi saat menjadi presiden.
Karena kebiasaan Jokowi turun langsung mengecek masalah yang dihadapi masyarakat itulah, sehingga Hendri Satrio berani memastikan jika MBG ada di era Jokowi, maka kasus keracunan massal siswa tidak akan terjadi.
"Saya ingin ya. Ini kan saya yakin ditonton Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo tonton ini, turun. Muncul aja di sekolah-sekolah itu. Cobain. Kan yang panik paling dua orang, Sudaryono sama kepala sekolahnya kan," kata Hendri Satrio.
Merespons pernyataan tersebut, kader PSI, Dedy Nur Palakka menilai bahwa jika para pembenci Jokowi sedikit saja terbuka soal mantan presiden, mungkin mereka tidak bakal sejengkel seperti sekarang ini.
“Coba simak argumen sederhana yang berbasis faktual soal karakter Jokowi, kata beliau ini, kalau MBG di zaman Jokowi, sudah pasti beres dan kasus-kasus keracunan nggak bakal terjadi," kata Dedy Nur Palakka.
Baca Juga: Gelagat Oposisi dari dalam Pemerintahan Terendus, Bagaimana Nasib Koalisi Prabowo-Gibran?
“Kalau ada masalah, pertama-tama yang dicopot jelas adalah kepala BGN, lalu menyusul pelan-pelan semua kepala SPPG, kepala sekolah, dan semua pihak yang tidak beres," katanya.