Dalam rangkaian perayaan tersebut, AFTECH bersama Easycash meluncurkan Chatpindar.com, sebuah platform literasi keuangan digital berbasis web yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam format percakapan interaktif.

Platform ini memungkinkan masyarakat bertanya langsung mengenai layanan pinjaman daring (pindar), mulai dari cara membedakan platform legal dan ilegal, konsekuensi keterlambatan pembayaran, mekanisme pinjaman, hingga isu keamanan data pribadi dan proses penagihan.

Menurut Pandu, literasi keuangan tidak cukup hanya dilakukan melalui seminar atau kampanye edukasi yang sifatnya periodik.

“Chatpindar.com lahir dari kesadaran bahwa literasi keuangan tidak bisa hanya disampaikan lewat seminar online, offline atau konten edukasi. Melalui kanal ini, masyarakat bisa terus mencari jawaban yang kredibel dari pertanyaan yang timbul di luar sesi literasi keuangan. Chatpindar adalah bukti bahwa HUT ke-10 AFTECH bukan seremoni, tetapi langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan literasi,” jelasnya.

Chatpindar dirancang menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami sehingga dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pengguna pemula layanan keuangan digital. Namun, AFTECH menegaskan bahwa platform ini bersifat edukatif dan bukan layanan pelanggan atau rujukan hukum bagi platform pinjaman daring.

Melalui akses terbuka di chatpindar.com, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pemahaman lebih baik mengenai produk pinjaman daring sehingga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Menutup rangkaian peringatan satu dekade AFTECH, Pandu menegaskan bahwa perjalanan industri fintech Indonesia justru baru memasuki fase baru yang lebih menekankan keseimbangan antara inovasi dan kepercayaan publik.

“Ke depan, AFTECH akan terus menjadi penghubung antara inovasi dan kepercayaan. Dengan literasi yang kuat, keamanan yang terjaga, dan kolaborasi lintas sektor, fintech Indonesia bisa tumbuh sehat dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga: Kolaborasi Jalin dan AFTECH dalam Pembentukan Fraud Detection Consortium (FDC)