"Tapi sebenarnya harus tahu sendiri yang mau memposisikan bisnis atau produk itu gimana. Apa sih yang berbeda?" kata Haris.

Ia menambahkan, membangun bisnis seharusnya juga mempertimbangkan kebutuhan pasar dan ekosistem yang ingin dibangun, bukan sekadar mengikuti usaha yang sedang viral.

Dalam pandangannya, generasi saat ini memiliki peluang untuk melengkapi ekosistem bisnis yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

"Kalau saya ngomong sama beberapa orang, memang generasi kita 10 tahun atau 15 tahun ini sebenarnya perlu bisnis untuk melengkapi ekosistem. Orang tua generasi sebelumnya sudah berjalan, nah akhirnya kita melengkapi ekosistemnya," ungkapnya.

Karena itu, Haris menekankan pentingnya memiliki arah yang tepat sejak awal dalam membangun usaha.

Menurutnya, mengikuti tren bukanlah hal yang sepenuhnya salah, tetapi harus dibarengi dengan strategi yang matang agar bisnis memiliki daya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Memang nggak boleh FOMO, tapi ya harus right the way juga," tandas Haris.

Baca Juga: Cara Ambarrukmo Rawat Standar Pelayanan Jaringan Bisnis Perhotelan