Managing Director Ambarrukmo Group, Haris Susanto mengaku pihaknya sama sekali tak mengandalkan penggunaan teknologi canggih dalam memberikan pelayanan terhadap seluruh customer mereka.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, perhotelan, ritel dan properti Ambarrukmo Group kata Haris justru mengedepankan interaksi antarmanusia, sementara teknologi hanya sebagai penunjang saja. 

Baca Juga: Ditegur Gegara Blak-blakan Soal MBG, Opung Luhut: Urusan Marah Apa? Saya Hanya Bicara Data!

Misalnya saja untuk standar pelayanan di jaringan bisnis perhotelan, Ambarrukmo Group memilih tidak menggantungkan pelayanan pada kecanggihan teknologi kendati tawaran investasi pemanfaatan teknologi itu kerap disodorkan kepada mereka.

Keputusan itu terbukti efektif hingga kini dan cocok diterapkan di sini sebab itu selaras dengan budaya orang Indonesia yang memang suka berinteraksi langsung dan berbaur dengan sesamanya.

“Karena Indonesia masih pengennya dilayani, ditanyain, selamat sore, atas nama siapa? mau check-in dan sebagainya,” kata Haris saat berbincang dengan Olenka.id Kamis (6/8/2026).

Haris mengakui pemanfaatan teknologi memang penting untuk mendongkrak kinerja perusahaan, sebagaimana yang dilakukan banyak sektor usaha hospitality di luar negeri yang menggunakan teknologi canggih dalam pelayanannya, namun baginya hal tidak bakal cocok diterapkan di Indonesia setidaknya untuk saat ini.

Baca Juga: Dokter Tifa Pensiun Dini dari Politik di Tengah Kasus Ijazah Jokowi, Kok Mendadak, Ada Apa?

"Jadi misalkan dulu pas pandemi, jalan-jalan ke luar negeri, banyak yang maunya self-check-in. Pakai komputer, pakai apa sendiri self-check-in juga. Kita ingin aplikasikan di Indonesia, bisa nggak ya? Nggak bisa,” pungkasnya