Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, dikenal sebagai salah satu tokoh teknologi yang memiliki filosofi kerja berani dan penuh eksperimen.
Salah satu kutipannya yang paling terkenal berbunyi, ‘Bergeraklah cepat dan hancurkan sesuatu. Kecuali jika Anda menghancurkan sesuatu, Anda tidak bergerak cukup cepat’. Kalimat tersebut telah lama menjadi simbol budaya inovasi di dunia teknologi dan startup.
Dikutip dari The Economic Times, Rabu (15/7/2026), sekilas, kutipan itu terdengar seperti ajakan untuk bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Namun, makna sebenarnya jauh lebih dalam.
Zuckerberg ingin menekankan bahwa kemajuan sering kali lahir dari keberanian mencoba hal-hal baru, bahkan jika prosesnya diwarnai kegagalan atau kesalahan.
Menurutnya, terlalu lama mengejar kesempurnaan justru dapat menghambat inovasi dan membuat seseorang kehilangan momentum.
Filosofi tersebut berangkat dari keyakinan bahwa setiap kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
Ketika seseorang berani bereksperimen, ia memiliki kesempatan untuk menemukan solusi yang lebih baik, memperbaiki kesalahan, dan terus berkembang. Karena itu, mengambil risiko secara terukur menjadi salah satu kunci untuk menciptakan perubahan.
Baca Juga: 10 Rahasia Sukses Mark Zuckerberg di Balik Kejayaan Facebook
Pemikiran ini juga tercermin dalam perjalanan karier Zuckerberg. Ia mendirikan Facebook pada 2004 saat masih menjadi mahasiswa Universitas Harvard sebelum akhirnya memutuskan keluar dari bangku kuliah demi mengembangkan perusahaan yang kini menjadi salah satu raksasa teknologi dunia.
Pada 2021, perusahaan induknya berganti nama menjadi Meta sebagai bagian dari transformasi menuju pengembangan metaverse, sekaligus memperluas ekosistem platform seperti Instagram dan WhatsApp.
Hingga kini, kutipan tersebut masih relevan dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak orang menunda mengambil langkah karena takut gagal, takut dikritik, atau khawatir hasilnya tidak sesuai harapan.
Padahal, pengalaman justru menjadi guru terbaik untuk memperbaiki diri dan menemukan peluang baru.
Dalam kehidupan sehari-hari, filosofi ini dapat diterapkan dengan berani mencoba tantangan baru, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, serta terus belajar dari setiap pengalaman.
Keluar dari zona nyaman, mengembangkan keterampilan baru, dan beradaptasi dengan perubahan merupakan cara untuk terus bertumbuh, baik secara pribadi maupun profesional.
Baca Juga: Mengintip Rutinitas Mark Zuckerberg, Ini Lho yang Dilakukan CEO Facebook Setiap Pagi