Perjalanan Karier

Sejak kecil, Ariel NOAH memang sudah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia musik. Saat duduk di bangku SMP, ia bahkan mulai aktif membentuk grup band bersama teman-temannya. Menariknya, Ariel awalnya justru ingin menjadi pemain bas dan tak pernah terpikir menjadi seorang vokalis.

Perjalanan bermusiknya dimulai lewat band bernama Peppermint. Namun, grup tersebut hanya bertahan sekitar tujuh bulan. Setelah itu, Ariel kembali membentuk beberapa band lain seperti Sliver hingga Cholesterol pada 1997 bersama Uki, Qibil, dan Erick. Saat itu mereka banyak membawakan lagu-lagu bergenre britpop.

Tak berhenti di situ, Ariel kemudian membentuk band Topi bersama Uki, Lukman, Abel, Ari, dan Andika. Meski beberapa grup musik yang dibentuknya sempat bubar di tengah jalan, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Baca Juga: Musisi dan Seniman Gelar Charity Match untuk Palestina, KOMS & HOPE Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa

Hingga akhirnya pada 1 September 2000, Ariel bersama beberapa personel Topi sepakat membentuk band baru bernama Peterpan dengan formasi Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika, dan Indra. Menurut pengakuan Ariel, terbentuknya Peterpan justru terjadi tanpa perencanaan besar sebelumnya.

Bersama Peterpan, Ariel dan kawan-kawan mulai tampil dari kafe ke kafe di Bandung, termasuk O’Hara dan Sapu Lidi. Penampilan mereka di kafe Sapu Lidi kemudian menarik perhatian Noey dari Java Jive yang memasukkan lagu “Mimpi yang Sempurna” ke album kompilasi Kisah 2002 Malam. Lagu tersebut sukses besar dan menjadi jalan Peterpan mendapat kontrak rekaman dari Musica Studio's

Nama Peterpan benar-benar melejit setelah merilis album Taman Langit pada 2003. Kesuksesan mereka semakin memuncak lewat album Bintang di Surga yang dirilis pada 2004. Sosok Ariel sebagai frontman dengan karakter vokal khas dan lirik-lirik emosional membuat namanya menjadi salah satu idola terbesar di industri musik Indonesia saat itu.