Perjalanan Karier

Dimas Aditya mengawali kariernya di dunia akting sejak 2007 silam. Setelah mengikuti kursus bersama Didi Petet dan tim sekitar 3 bulan, ia pun mencoba peruntungan mengikuti casting hingga akhirnya mendapatkan peran pertamanya di film Kawin Kontrak yang tayang pada 2008.

Film tersebut sukses besar dengan meraih sekitar 1,3 juta penonton dan masuk jajaran box office Indonesia. Kesuksesan Kawin Kontrak turut mengangkat nama Dimas, sekaligus membuka jalan baginya untuk terus mengembangkan karier di dunia akting.

Setelah itu, Dimas tampil dalam sejumlah film, di antaranya D.O. (Drop Out), Mupeng (Muka Pengen), dan Kawin Kontrak Lagi pada 2008, disusul Hantu Jamu Gendong dan Get Married 2 (2009), serta Jejak Darah (2010).

Karier Dimas terus berkembang dengan membintangi berbagai judul film, seperti Sang Kiai (2013), Mari Lari (2014), Me vs Mami, Dear Love, dan The Professionals (2016), hingga Bid'ah Cinta dan Pengabdi Setan (2017).

Memasuki tahun-tahun berikutnya, Dimas semakin aktif di layar lebar lewat film Kuambil Lagi Hatiku, Zeta: When the Dead Awaken, dan Twivortiare (2019), Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah serta Yuni (2021), Mumun (2022), Jagat Alam Gaib: Sinden Gaib dan Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai (2024).

Baca Juga: Berkenalan dengan Fuad Idris dan Jejak Karier Sang Aktor Senior

Pada 2025, ia kembali membintangi sejumlah film, seperti Utusan Iblis, Almarhum, dan Keadilan (The Verdict). Sementara pada 2026, Dimas juga tampil dalam sejumlah judul seperti Juminten Edan, hingga Kado untuk Ibu..

Selain aktif di layar lebar, Dimas Aditya juga melebarkan kariernya ke dunia sinetron. Ia pernah membintangi sejumlah judul populer, seperti Koq Gitu Sih dan Angel's Diary, serta tampil dalam sitkom Saya Terima Nikahnya.

Tak hanya itu, Dimas juga sudah membintangi puluhan judul FTV dengan karakter yang beragam. Kiprahnya di dunia seni peran juga mendapat apresiasi melalui sejumlah nominasi penghargaan. 

Pada 2021, ia masuk nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) berkat perannya dalam film Yuni. Setahun kemudian, penampilannya di film yang sama kembali mengantarkannya masuk nominasi Aktor Pendukung Terpilih di ajang Piala Maya 2022.