Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC) mencatat pencapaian baru dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut di Indonesia. Rumah sakit ini menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD), dengan dua pasien menjalani prosedur tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan.

Pencapaian ini memperkuat kapabilitas Siloam Hospitals Kebon Jeruk dalam menghadirkan pilihan terapi lanjutan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, terutama mereka yang tidak lagi memperoleh hasil optimal dari terapi medis.

LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu kerja ventrikel kiri, ruang utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Pada pasien yang memenuhi kriteria klinis, perangkat ini dapat menjadi pilihan ketika terapi medis optimal tidak lagi memadai. Terapi tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, sekaligus memperpanjang harapan hidup pasien.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, mengatakan, keberhasilan dua implantasi tersebut memiliki arti lebih dari sekadar pencapaian teknis. Menurutnya, kehadiran LVAD memberikan alternatif terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang menghadapi keterbatasan pilihan terapi, termasuk transplantasi jantung.

“Ada suara paling menenangkan yang pernah saya dengar sebagai dokter jantung yaitu detak yang kembali stabil setelah nyaris berhenti. Dalam sebulan terakhir, saya mendengarnya dua kali. Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung,” kata dr. Paskah, saat Press Conference Siloam Hospitals Kebon Jeruk: A Heartbeat of History, yang digelar di CGV Central Park, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Untuk mendukung penanganan pasien gagal jantung stadium lanjut, Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menghadirkan Advanced Heart Failure Center. Pusat layanan ini menangani pasien melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi lanjutan berbasis alat, termasuk LVAD.

Implantasi LVAD merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin dan keahlian khusus, terutama dokter spesialis jantung serta dokter spesialis bedah toraks-kardiovaskular. Tim medis yang terlibat dalam prosedur tersebut terdiri dari dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, bersama dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K), dan dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K).

Tim tersebut sebelumnya juga menjalani pelatihan intensif bersama para ahli LVAD internasional sebagai persiapan untuk menangani prosedur dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dalam dua prosedur tersebut, tim menggunakan HeartMate 3™ LVAD yang dilengkapi teknologi Full MagLev™ Flow Technology. Data yang disampaikan dalam pencapaian ini menunjukkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 58,4 persen berdasarkan uji klinis MOMENTUM 3. Terapi LVAD juga mendapatkan rekomendasi kelas 1A, yang merupakan klasifikasi tertinggi dalam pedoman resmi AHA/ACC/HFSA.

Dampak terapi tersebut tidak hanya dilihat dari aspek klinis, tetapi juga kualitas hidup pasien yang memenuhi kriteria penerima LVAD. Data yang disampaikan menunjukkan sebanyak 87 persen penerima LVAD menyatakan akan kembali memilih menjalani prosedur tersebut jika mengetahui hasil yang mereka dapatkan saat ini.

Baca Juga: Catat Sejarah Baru, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Hadirkan Teknologi LVAD untuk Pasien Gagal Jantung