Industri hiburan Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Series ‘Love & 10 Million Dollars’ produksi Hitmaker Studios bersama WeTV Indonesia resmi meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil masuk jajaran trending di 34 negara secara bersamaan.
Pencapaian tersebut menjadikan serial ini sebagai web series Indonesia pertama yang mencetak rekor tersebut. Berdasarkan data performa resmi, 'Love & 10 Million Dollars' berhasil menduduki posisi Trending #1 di Indonesia, Malaysia, Kamboja, Lebanon, dan Turki.
Tak hanya itu, serial ini juga mencatatkan performa kuat di berbagai negara lain, termasuk Jepang, Singapura, Australia, Belanda, Polandia, Inggris, Prancis, Jerman, hingga Uni Emirat Arab.
Perwakilan resmi MURI, Osmar Semesta, menyebut capaian ini sebagai rekor baru yang membanggakan bagi industri kreatif nasional.
"Hari ini MURI dengan bangga akan mencatatkan series Love & 10 Million Dollars ini di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai web series Indonesia yang trending di negara terbanyak. Jadi ada 34 negara ya. Dan ini memecahkan rekor sebelumnya itu di 31 atau 32 negara," ungkap Osmar, saat press conference penyerahan rekor MURI ‘Love & 10 Million Dollars’ di Hitmaker Studios, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Di kesempatan yang sama, Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang berhasil diraih serial tersebut. Menurut wanita yang akrab disapa Febri ini, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim produksi, pemain, dan dukungan penonton.

"Kami sangat bangga ini bisa trending di 34 negara. Terima kasih kepada penonton dan kepada semua pemain-pemain yang telah memberikan maksimal. Kami akan usahakan untuk selalu buat yang terbaik di WeTV. Terima kasih atas support-nya kepada WeTV dan Hitmaker Studios. Dan juga kami bersyukur atas kesuksesan series ini jadi trending di 34 negara. Tentu ini adalah kerja keras dari seluruh tim khususnya dari Hitmaker Studios," kata Febri.
Menurut Febri, tema yang diangkat menjadi salah satu alasan kuat mengapa serial ini diterima luas oleh penonton internasional. Fokus cerita pada hubungan antarmanusia membuat konflik yang disajikan terasa universal dan dekat dengan kehidupan banyak orang.
"Kalau dari WeTV, kami tetap mengangkat hubungan antar manusia. Bagaimana perempuan berada di dalam suatu pernikahan yang toxic, hubungan antara menantu dan mertua, serta berbagai dilema moral yang mungkin dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Kami mencoba mengeksplor hal-hal seperti itu. Mungkin kalau setelah keluar dari ruangan ini ada yang menawarkan 10 juta dolar, apakah kita langsung menerima atau menolak? Itu yang kami eksplor dalam cerita ini," ujarnya.
Febri menambahkan bahwa setiap keputusan yang diambil karakter dalam cerita selalu memiliki konsekuensi yang membuat penonton terus mengikuti perkembangan kisahnya.
"Kami percaya hal seperti ini yang membuat banyak penonton tertarik. Tujuan series adalah menghibur, jadi setiap episode harus memiliki sesuatu yang menarik untuk diikuti. Kami berharap emosi yang diberikan para pemain juga bisa dirasakan oleh penonton,” paparnya.
Baca Juga: Terinspirasi Kisah Pendaki Hilang, Film Dusun Mayit Sajikan Horor Petualangan Mencekam
Sementara itu, Produser Hitmaker Studios, Rocky Soraya, menjelaskan bahwa sejak tahap pengembangan, tim produksi memang menargetkan pasar global. Karena itu, mereka mencari cerita yang tidak hanya relevan bagi penonton Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh audiens internasional.
"Sebelum series ini syuting, saya dan Bu Febri selalu berdiskusi dulu, ceritanya apa yang bisa bukan cuma diterima di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Jadi memang twist-nya adalah 10 juta dolar yang bisa mengoneksi banyak penonton. Dengan ini kami bangga sekali menghadirkan series yang mudah-mudahan bisa go global," ujar Rocky.
Rocky juga menilai, tema pernikahan toksik dan dilema moral yang dihadapi para karakter menjadi faktor penting yang membuat serial ini begitu diminati.
"Kalau kami lihat kenapa ini disukai, tentunya karena topik-topiknya relevan dan dekat dengan masyarakat. Seperti toxic marriage yang memiliki dilema moral menarik sehingga membuat penonton terus mengikuti kisah ceritanya. Kami berharap penonton akan terus mengikuti sampai episode berikutnya karena masih banyak keseruan dan plot twist sampai akhir,” beber Rocky.
Kesuksesan serial ini juga dirasakan langsung oleh para pemainnya. Giorgino Abraham yang memerankan Arman mengaku terharu melihat respons penonton dari berbagai negara terhadap karakter yang ia mainkan.
"Ini suatu pencapaian yang luar biasa untuk kita semua bisa mencapai titik ini. Arman adalah sosok yang menyimpan perasaan selama bertahun-tahun dan terus berjuang untuk mendapatkan orang yang dicintainya. Saya pikir itu sesuatu yang sangat relate bagi banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan. Ada harapan, perjuangan, dan semangat untuk mendapatkan restu keluarga. Saya yakin itu yang membuat karakter ini bisa diterima tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia," kata Giorgino.
Sementara itu, Anthony Xie yang memerankan Diaz mengungkapkan tantangan terbesar dalam membawakan karakter antagonis yang kompleks dan penuh konflik.
"Karakter Diaz yang saya perankan mungkin ada di kehidupan nyata, tetapi di series ini diperbesar. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memainkan karakter ini bukan hanya dengan emosi yang terlihat, tetapi dengan emosi dari dalam sehingga karakter tersebut terasa hidup. Dari segi cerita, reading, dan masukan dari tim produksi sangat membantu saya membangun karakter Diaz," ujar Anthony.
Di sisi lain, aktris Elina Joerg mengaku perannya dalam serial ini menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya. Pasalnya, karakter yang ia perankan memiliki banyak adegan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
"Tantangan terbesar karena ini pertama kalinya saya mengambil peran yang memang se-vulgar ini. Banyak sekali yang mengirim pesan dan bertanya apakah karakter itu benar-benar saya. Untungnya selama syuting semuanya berjalan aman karena ada pengawasan, intimacy coordinator, dan pengecekan batasan-batasan yang jelas. Jadi kami tetap merasa nyaman selama proses produksi," kata Elina.
Sebagai informasi, 'Love & 10 Million Dollars' merupakan serial original Indonesia produksi Hitmaker Studios yang tayang perdana di WeTV pada 17 April 2026. Disutradarai Ferry Pei Irawan, serial ini menghadirkan jajaran pemain populer seperti Davina Karamoy, Giorgino Abraham, Anthony Xie, dan Elina Joerg.
Dengan episode baru yang tayang setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB, serial ini sukses mencuri perhatian penonton lewat perpaduan drama, romansa, dan konflik psikologis yang penuh ketegangan.
Keberhasilan 'Love & 10 Million Dollars' menembus puluhan negara sekaligus menjadi bukti bahwa karya kreatif Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional. Pencapaian ini sekaligus membuka optimisme baru bahwa cerita lokal dengan tema universal mampu berbicara kepada audiens lintas budaya dan lintas benua.
Baca Juga: 'Bercinta Dengan Maut' Jadi Serial Lokal Perdana Kolaborasi MAXstream dan iQIYI