Tak hanya membahas ekonomi dan pekerjaan, laporan ini juga mengulas perubahan pola konsumsi informasi, pembentukan identitas budaya, hingga cara generasi muda mengekspresikan kepedulian terhadap isu sosial dan kebangsaan. Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa Millennial dan Gen Z terus membangun cara-cara baru dalam memahami dunia dan menempatkan diri di dalamnya.
Research Lead IDN Research Institute, Novita Santoso, menjelaskan bahwa laporan tahun ini berangkat dari perubahan besar yang terjadi pada struktur kelas menengah Indonesia.
“IMGR 2027 bermula dari temuan bahwa di 2025, kelas menengah Indonesia menyusut 1,2 juta orang sementara aspiring middle class bertambah 4,5 juta, sebuah pergeseran struktural yang sebagian dibiayai dengan menggerus tabungan untuk kebutuhan dasar. Di tengah tekanan ini, Millennial dan Gen Z tidak menunggu sistem memperbaiki diri; mereka membangun infrastruktur adaptasinya sendiri, mulai dari diversifikasi pendapatan, pasar yang tumbuh dari komunitas tanpa investor maupun platform resmi, hingga cara mereka berdonasi,” kata Novita.
Menurutnya, perubahan perilaku generasi muda berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan banyak institusi dalam memahaminya.
“Perilaku generasi ini sudah berubah. Kebanyakan institusi belum, dan masih membaca mereka dengan peta lima tahun lalu. Yang dipertaruhkan bukan apakah industri dan pemerintah memahami generasi ini, melainkan berapa lama lagi mereka mampu mempertahankan model lama sebelum pasar dan legitimasi pindah ke pihak yang membaca generasi ini dengan lebih akurat,” lanjutnya.
Untuk menghasilkan gambaran yang komprehensif, IMGR 2027 menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan survei kuantitatif, wawancara mendalam, serta triangulasi dengan berbagai sumber data nasional dan global. Penelitian ini melibatkan 628 responden Millennial dan Gen Z dari berbagai wilayah Indonesia dan diperkuat dengan analisis tren sosial maupun ekonomi yang berkembang.
Melalui berbagai temuan tersebut, IMGR 2027 hadir bukan hanya sebagai laporan riset, tetapi juga sebagai peta untuk memahami arah pergerakan generasi muda Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi, laporan ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi, semangat untuk terus berkembang, serta optimisme yang dimiliki Millennial dan Gen Z akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masa depan Indonesia.