Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 resmi diluncurkan dalam pembukaan Indonesia Summit 2026 di Jakarta. Laporan tahunan yang disusun oleh IDN Research Institute ini menjadi panduan strategis untuk memahami bagaimana generasi Millennial dan Gen Z Indonesia menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan teknologi yang semakin kompleks.

Peluncuran laporan tersebut berlangsung di The Tribrata, Jakarta, dan menghadirkan berbagai temuan mengenai pola pikir, perilaku, serta strategi adaptasi generasi muda di tengah ketidakpastian yang terus berkembang.

Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan. Tekanan ekonomi yang meningkat, perubahan pola kerja akibat kemajuan teknologi, serta dinamika sosial yang cepat telah memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas. Namun, di balik berbagai tantangan tersebut, IMGR 2027 menemukan satu karakteristik yang menonjol dari generasi muda Indonesia, yakni kemampuan untuk beradaptasi.

Alih-alih terjebak dalam ketidakpastian, Millennial dan Gen Z justru menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Mereka mengembangkan strategi baru dalam mengelola keuangan, membangun karier, hingga menentukan prioritas hidup agar tetap dapat bertahan dan berkembang di tengah kondisi yang tidak menentu.

Founder dan Chief Operating Officer IDN, William Utomo, menilai bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan unik dalam menghadapi perubahan yang berlangsung secara konstan.

“Millennial dan Gen Z adalah generasi yang tumbuh dalam era perubahan yang konstan. Melalui Indonesia Millennial and Gen-Z Report (IMGR) 2027, kami melihat bagaimana mereka tidak hanya menghadapi ketidakpastian, tetapi mampu mengubah anxiety (kecemasan) menjadi produktivitas untuk terus bergerak maju. Kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana generasi muda Indonesia beradaptasi, sehingga para pemimpin, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dapat membaca pergeseran struktur pasar ini dengan tepat, serta hadir dengan pendekatan yang lebih relevan bagi masa depan mereka,” papar William, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).

Salah satu temuan penting dalam laporan tersebut adalah perubahan cara generasi muda mengelola keuangan. Kondisi ekonomi yang menantang membuat mereka semakin selektif dalam menentukan pengeluaran. Keputusan pembelian kini tidak lagi didasarkan semata pada keinginan, tetapi juga mempertimbangkan manfaat, relevansi, dan nilai jangka panjang yang diperoleh.

Selain itu, diversifikasi pendapatan menjadi strategi yang semakin umum dilakukan. Banyak Millennial dan Gen Z mulai mengembangkan sumber penghasilan tambahan untuk memperkuat ketahanan finansial. Stabilitas ekonomi tidak lagi dipandang sebagai hasil dari satu pekerjaan tetap, melainkan kombinasi berbagai peluang yang dapat memberikan keamanan finansial jangka panjang.

Di sektor ketenagakerjaan, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut mengubah cara generasi muda mempersiapkan masa depan karier mereka. Kemampuan belajar secara berkelanjutan, fleksibilitas, serta kesiapan menghadapi perubahan menjadi kompetensi yang semakin penting untuk dimiliki.

IMGR 2027 menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap relevan dalam dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga: Mengenal Sosok Winston Utomo, Founder dan CEO IDN dengan Prestasi Mentereng

Tak hanya membahas ekonomi dan pekerjaan, laporan ini juga mengulas perubahan pola konsumsi informasi, pembentukan identitas budaya, hingga cara generasi muda mengekspresikan kepedulian terhadap isu sosial dan kebangsaan. Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa Millennial dan Gen Z terus membangun cara-cara baru dalam memahami dunia dan menempatkan diri di dalamnya.

Research Lead IDN Research Institute, Novita Santoso, menjelaskan bahwa laporan tahun ini berangkat dari perubahan besar yang terjadi pada struktur kelas menengah Indonesia.

“IMGR 2027 bermula dari temuan bahwa di 2025, kelas menengah Indonesia menyusut 1,2 juta orang sementara aspiring middle class bertambah 4,5 juta, sebuah pergeseran struktural yang sebagian dibiayai dengan menggerus tabungan untuk kebutuhan dasar. Di tengah tekanan ini, Millennial dan Gen Z tidak menunggu sistem memperbaiki diri; mereka membangun infrastruktur adaptasinya sendiri, mulai dari diversifikasi pendapatan, pasar yang tumbuh dari komunitas tanpa investor maupun platform resmi, hingga cara mereka berdonasi,” kata Novita.

Menurutnya, perubahan perilaku generasi muda berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan banyak institusi dalam memahaminya.

“Perilaku generasi ini sudah berubah. Kebanyakan institusi belum, dan masih membaca mereka dengan peta lima tahun lalu. Yang dipertaruhkan bukan apakah industri dan pemerintah memahami generasi ini, melainkan berapa lama lagi mereka mampu mempertahankan model lama sebelum pasar dan legitimasi pindah ke pihak yang membaca generasi ini dengan lebih akurat,” lanjutnya.

Untuk menghasilkan gambaran yang komprehensif, IMGR 2027 menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan survei kuantitatif, wawancara mendalam, serta triangulasi dengan berbagai sumber data nasional dan global. Penelitian ini melibatkan 628 responden Millennial dan Gen Z dari berbagai wilayah Indonesia dan diperkuat dengan analisis tren sosial maupun ekonomi yang berkembang.

Melalui berbagai temuan tersebut, IMGR 2027 hadir bukan hanya sebagai laporan riset, tetapi juga sebagai peta untuk memahami arah pergerakan generasi muda Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi, laporan ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi, semangat untuk terus berkembang, serta optimisme yang dimiliki Millennial dan Gen Z akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masa depan Indonesia.

Baca Juga: Millenial dan Gen Z Kuasai Pasar Modal, Ini Langkah Strategis untuk Maksimalkan Peluang Keuntungan Investasi Reksa Dana