Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos turut mengunjungi The Local Market ID – Pasar Wiwitan SCBD yang digelar di SCBD Park, Jakarta, pada 5–6 September 2026.

Dalam kunjungannya, Sherly bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Veronica sempat menikmati berbagai aktivitas yang tersedia di Paviliun Artha Graha Peduli. Ketiganya juga berkesempatan bermain bersama satwa langka yang dihadirkan sebagai bagian dari edukasi mengenai lingkungan dan konservasi.

Paviliun Artha Graha Peduli sendiri menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan melalui Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), edukasi kesehatan melalui Arthakes, hingga edukasi keamanan dan keselamatan melalui Damkar SGA.

Tak hanya menikmati berbagai aktivitas, Sherly juga mengapresiasi keberagaman produk lokal yang hadir dalam gelaran tersebut. Menurutnya, Local Market memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menemukan produk-produk dari berbagai daerah yang mungkin belum tersedia di pasar ritel konvensional.

"Yang menarik, kita juga bisa menemukan produk-produk dari luar Jakarta, ada dari Bali dan provinsi-provinsi lain, termasuk produk yang mungkin belum pernah kita lihat di supermarket. Dengan semakin banyak pilihan, tentunya UMKM juga mendapatkan semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan cuan," ujar Sherly.

Menurut Sherly, konsep seperti Local Market tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem yang memadukan perdagangan, hiburan, edukasi, seni, dan aktivitas masyarakat.

Ia pun menilai kesempatan bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan pasar perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas bisnis. Bagi Sherly, pelaku UMKM perlu didorong untuk tidak hanya bertahan sebagai usaha rintisan, tetapi juga berkembang menjadi bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.

"Yang lebih penting adalah adanya kesempatan bagi UMKM untuk naik level. Jadi kita tidak hanya bicara tentang mereka yang baru mulai, tetapi bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik, lebih profesional, dan tentunya lebih sustainable. Bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga mereka," jelasnya.

Melihat konsep yang ditawarkan Local Market, Sherly juga menilai kegiatan serupa memiliki peluang untuk diterapkan di Maluku Utara. Ia mengatakan, produk-produk dari petani maupun pelaku usaha di berbagai kabupaten dan kota dapat dikumpulkan dalam satu ruang di ibu kota provinsi sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.

"Ya, hari ini kita lihat dan kemudian tadi ngobrol-ngobrol sama panitia (penyelenggara) bahwa bisa diimplementasi di Maluku Utara. Jadi, produk-produk dari petani, kabupaten kota lainnya bisa kita kumpulin di ibu kota biar mereka dapat market, bisa jualan. Pengunjungnya pun dapat hiburan, dapat produk-produk baru yang fresh," tutur Sherly saat ditemui di Paviliun Artha Graha Peduli - Pasar Wiwitan SCBD, Minggu (6/9/2026).

Selain persoalan akses pasar, Sherly turut menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam perlu berjalan beriringan.

"Sustainability juga penting. Bagaimana kita bisa terus hidup bersama dengan alam atau nature, apalagi sekarang kita melihat begitu banyak tantangan lingkungan yang kita hadapi. Jadi ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam ini harus bisa berjalan bersama," terangnya. 

The Local Market ID – Pasar Wiwitan SCBD sendiri menghadirkan lebih dari 200 pelaku pasar kreatif lokal yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari fresh produce and farmers, artisan and craft makers, fashion, home & living, wellness, vintage & collectibles, hingga kuliner dan aktivitas anak serta keluarga.l

Sebagai penyelenggara bersama, The Local Market dan Creative Event Entertainment (CEE) menghadirkan Pasar Wiwitan SCBD sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan ruang publik melalui berbagai pengalaman kreatif yang dapat dinikmati masyarakat. 

Berkolaborasi dengan The Local Market ID, CEE menciptakan ruang interaksi, hiburan, edukasi, dan kolaborasi yang memperkaya pengalaman masyarakat di kawasan SCBD sebagai destinasi urban yang dinamis dan kreatif.

Penyelenggaraan The Local Market ID – Pasar Wiwitan SCBD juga terlaksana melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya pengelola kawasan SCBD, Artha Graha Peduli (AGP), Artha Graha Network, serta para mitra dan komunitas lainnya. 

Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mengoptimalkan ruang publik SCBD sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, dan berkembangnya kreativitas masyarakat, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan karyanya kepada masyarakat.

Dalam penyelenggaraan kali ini, Artha Graha Peduli menghadirkan Paviliun Artha Graha Peduli yang menjadi salah satu ruang edukasi publik di area Local Market. Paviliun tersebut menghadirkan berbagai informasi dan aktivitas edukatif yang mencakup kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), edukasi kesehatan melalui Arthakes, serta edukasi keamanan dan keselamatan melalui Damkar SGA.

Kehadiran Paviliun Artha Graha Peduli memperluas pengalaman pengunjung Local Market, sehingga ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati produk dan kreativitas lokal, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, kesehatan, dan keselamatan.