Bukan suatu hal yang berlebihan untuk menyebut industri makanan dan minuman sebagai urat nadi perekonomian nasional. Selayaknya urat nadi dalam tubuh manusia yang mengalirkan darah ke seluruh organ, industri makanan dan minuman terus bergerak bersama para pelaku usaha, UMKM, stakeholder, dan masyarakat luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Usaha keras tersebut membuahkan hasil yang positif, tercermin dari pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) yang mencapai 7,04% yoy pada kuartal pertama 2026. Perolehan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,61% pada tiga bulan pertama 2026.
Baca Juga: KRISTA InterFOOD 2026 Hadirkan 1.100 Peserta, Perluas Peluang Bisnis Industri Makanan dan Minuman
Bahkan hingga paruh pertama tahun 2026, industri mamin masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Kementerian Perindustrian mencatat, industri makanan dan minuman tumbuh solid 6,77% per Juni 2026, menyumbang 41,86% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas dan 7,16% terhadap PDB nasional.
Berbagai capaian positif tersebut tentu tak lantas membuat Indonesia berpuas diri. Mesin-mesin pertumbuhan dari industri makanan dan minuman harus terus menyala, langkah-langkah promosi harus dilakukan, dan inisiatif-inisiatif positif juga harus terus hadir untuk mengoptimalkan potensi industri nasional.
Salah satu inisiatif tersebut datang dari Krista Exhibitions yang selama 32 tahun usianya pada tahun 2026 ini terus konsisten menggelar pameran skala nasional dan internasional di berbagai sektor industri, termasuk makanan dan minuman melalui pameran KRISTA InterFOOD. Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengungkapkan bahwa KRISTA InterFOOD tahun ini menjadi penyelenggaraan pameran yang ke-27 kali.
Dalam pelaksanaannya, KRISTA InterFOOD 2026 digelar di beberapa kota, di mana puncak acara akan berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten pada 4-7 November 2026 mendatang.
“Tahun ini kami tidak hanya menggelar pameran industri makanan dan minuman yang puncaknya akan digelar di Banten (NICE PIK 2), tapi sebelumnya kami sudah menggelar di Yogyakarta,” pungkas Daud D. Salim dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Daud menambahkan, selama 27 tahun penyelenggaraan, KRISTA InterFOOD telah menjadi platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, dan memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Kami optimistis bahwa KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,” lanjut Daud.
Optimisme tersebut tak lepas dari upaya Krista Exhibitions dalam mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan. Terlebih lagi, KRISTA InterFOOD 2026 akan melibatkan 1.100 peserta exhibitor, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara, yaitu Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.
“Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala Internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” kata Daud menambahkan.
Untuk diketahui, KRISTA InterFOOD 2026 akan secara perdana digelar di NICE PIK 2 pada tahun ini. Daud mengatakan, pemilihan lokasi pameran ini untuk menjawab kebutuhan ruang yang makin besar sejalan dengan antusiasme pelaku industri yang juga meningkat.
Berbagai rangkaian kegiatan menarik juga telah disiapkan KRISTA InterFOOD 2026 untuk mendorong inovasi, meningkatkan kompetensi profesional, memperluas wawasan industri, serta membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha dari Indonesia maupun mancanegara.
Pertama, KRISTA InterFOOD 2026 akan menghadirkan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition, program Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara (intermediate product) berbasis sumber daya lokal.
Program ini merupakan upaya mendorong inovasi dan peningkatan nilai tambah produk pangan nasional guna memperkuat pertumbuhan industri dan ketahanan pangan.
“Melalui KRISTA InterFOOD 2026, IFI menjadi wadah bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri, sekaligus membuka peluang kemitraan serta memperluas akses pasar nasional dan internasional,” jelas perwakilan Kementerian Perindustrian dalam kesempatan yang sama.
Kegiatan bergengsi berikutnya yang juga digelar di KRISTA InterFOOD 2026 ialah La Cuisine Cooking Competition 2026 dan Global Chef Championship 2026.
Berkolaborasi dengan ACP Indonesia (Association of Culinary Professionals Indonesia), La Cuisine Cooking Competition 2026 akan menghadirkan 1.100 chef untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri kuliner.
Bersama Global Chef Championship 2026, kedua kompetisi ini menjadi wadah pengembangan talenta kuliner, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme di sektor hotel, restoran, catering, dan jasa boga. Menghadirkan lebih dari 30 kategori kompetisi traditional dan international cuisine, ajang ini mencakup berbagai bidang kuliner.
“Kita bersyukur bahwa Indonesia dipilih, di pameran Inggris saat itu, untuk kompetisi Global Chefs Challenge yang dikomandoi oleh chef internasional yang pemenangnya nanti akan berlomba di China tahun depan,” tegas Daud.
Berikutnya ada pula kompetisi kopi yakni ICAB Competition 2026 dan KIROC yang bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia. Dalam kesempatan ini pula, KRISTA InterFOOD 2026 akan menggelar rangkaian Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan APCA.
“Kompetisi ini menjadi wadah bagi para perajin gelato untuk mengeksplorasi kreativitas, mengembangkan resep inovatif, dan menghadirkan kombinasi cita rasa yang unik, termasuk melalui pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia,” lanjutnya lagi.
Selain kompetisi-kompetisi tersebut, KRISTA InterFOOD 2026 juga akan menggelar program hospitality bertajuk Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC). Dalam program ini, akan hadir berbagai kegiatan mulai dari The Art of Table Setting: Tropical Elegance (Qualifying), IFBEC MIXCRAFT Final dan Table Setting Final (Candle Light Dinner Challenge), hingga Hospitality Talk Show bertema “Revenue is Vanity, Profit is Reality"
Untuk memperluas wawasan pelaku usaha mengenai peluang investasi, pengembangan produk, dan potensi pasar, KRISTA InterFOOD 2026 menghadirkan berbagai seminar dan program edukasi bersama asosiasi serta organisasi industri seperti berikut ini.
- GAPMMI – Practical Knowledge for Bringing Food Products to the Market by GAPMMI
- IKABOGA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKABOGA dan Training Bersertifikasi BNSP
- APSKI – Strategi Registrasi Suplemen Kesehatan: Pendalaman Dossier, Pembuktian Ilmiah, dan Penyelesaian Kendala Evaluasi
- INTROSEA, ASTRULI, dan ARLI – Unlocking High-Value Products from Indonesia’s Tropical Seaweed to Capture Global Market Opportunities
- ARTI – Peluncuran Program KITA (Krista Indonesia Tea Artisan)
Puncak acara KRIST InterFOOD juga semakin meriah dengan hadirnya berbagai program business matching dan pengembangan jaringan bisnis. Rangkaian program di ruang business matching ini akan meliputi Business Matching IKABOGA dan Exhibitors di Krista Training Center by IKABOGA; Seminar Presentation BKPM & GAPMMI bertema “Investment Opportunity and Incentives for the Growing Indonesian Food Industry”.
Berikutnya ada pula Talk Show bersama AP5I; Business Matching bersama Anggota APRINDO; Business Matching bersama Thailand Pavilion; hingga Talk Show dan Business Matching Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
"Kami berharap partisipasi dalam KRISTA InterFOOD 2026 ini menjadi kesempatan dan langkah yang konkret dalam mendorong usaha kuliner yang saling mendukung bagi industri kuliner Indonesia. Saya sampaikan selamat dan sukses kepada Krista Exhibitions dan IKABOGA selalu mendukung KRISTA InterFOOD," pungkas Ketua Umum IKABOGA, Retno Multriarti.