Lebih jauh, Fadli menempatkan pengembangan kebudayaan dalam konteks amanat konstitusi. Ia mengatakan, negara memiliki tanggung jawab untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, sekaligus memastikan masyarakat dapat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

“Jadi kita memang diminta untuk terus berkontribusi bagi peradaban dunia, memajukan peradaban dunia,” ujar Fadli.

Dipaparkan Fadli, wayang memiliki kekuatan sebagai medium penyampaian nilai karena sejak lama tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Pertunjukan wayang juga digunakan untuk menyampaikan pesan moral, kemanusiaan, dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

“Wayang adalah salah satu medium yang sangat mudah diterima oleh masyarakat di Indonesia, di Nusantara ketika itu, termasuk untuk menyebarkan berbagai macam pesan-pesan baik, pesan-pesan moral, pesan-pesan kemanusiaan, pesan-pesan tentang kebaikan,” katanya.

Karena itu, Fadli menilai wayang memiliki posisi yang lebih luas daripada sekadar tontonan. Nilai-nilai yang dibawa dalam cerita menjadikannya bagian dari tradisi yang dapat menjadi tuntunan sekaligus pedoman bagi masyarakat.

“Yang akhirnya juga menjadikan Wayang ini bukan sekadar menghibur, bukan sebagai sekadar tontonan saja, tapi juga menjadi tuntunan, menjadi juga bagian dari pedoman,” ujar Fadli.

Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, turut mendukung berbagai bentuk akulturasi budaya yang dapat memperluas jangkauan budaya Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya mencakup PokéWayang atau kolaborasi Pokémon dengan wayang, tetapi juga berbagai upaya lain untuk mengembangkan dan memasarkan produk budaya Indonesia, termasuk batik.

“Inilah, saya kira kita di Kementerian Kebudayaan juga sangat mendukung program untuk akulturasi budaya, termasuk PokéWayang atau Pokemon Wayang, dan juga kegiatan-kegiatan lain,” tuturnya.

Lebih jauh, Fadli berharap, kolaborasi dan pengembangan budaya tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dikatakannya, penguatan kebudayaan di tingkat hulu dapat terhubung dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di bagian hilir sehingga membuka peluang bagi para kreator Indonesia.

“Tentu kita berharap ini semuanya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya kalau di Kebudayaan ini di hulu, di hilirnya ada ekonomi kreatif, ada pariwisata, yang bermanfaat bagi para kreator-kreator kita,” tandas Fadli.

Baca Juga: Wamenkraf Irene Umar Ungkap Perjalanan PokéWayang, dari Ide hingga Siap Mendunia