Lagu yang Disimpan Empat Tahun

Tak banyak yang tahu bahwa Dopamine sebenarnya bukan lagu baru yang diciptakan dalam waktu singkat. Lagu tersebut sudah ditulis sejak empat tahun lalu bersama produsernya, Fit Alia.

"Aku buat lagunya empat tahun lalu sebenarnya. Waktu itu nggak ada niatan bikin album atau apa. Aku habis curhat, terus akhirnya dijadiin lagu aja," katanya.

Menurut RACH?, perjalanan panjang sebelum lagu itu dirilis justru membuatnya semakin relevan dengan perkembangan musik saat ini.

"Menantang banget karena tren musik berubah terus. Tapi sekarang musik sudah nggak ada pakemnya. Yang penting rilis dulu dan jujur dengan karya yang kita buat," ujarnya.

Lewat Dopamine, RACH? mengangkat tema hubungan yang tidak sehat atau toxic love. Judul lagu tersebut diambil dari hormon yang identik dengan rasa bahagia dan candu.

"Dopamine itu kan hormon yang bikin kita bahagia. Tapi kadang ada hubungan yang sebenarnya nggak sehat, tapi kita tetap bertahan karena sedikit rasa bahagia yang diberikan. Itu yang ingin aku ceritakan," jelasnya.

Meski demikian, ia membiarkan pendengarnya menafsirkan lagu tersebut sesuai pengalaman masing-masing.

"Bisa tentang hubungan yang toxic, bisa juga tentang hal lain. Aku balikin lagi ke orang yang mendengarkannya," katanya.

Ditulis dalam bahasa Inggris, Dopamine sengaja dibuat agar dapat diterima lebih luas oleh berbagai pendengar.

"Aku pengen lagunya bisa didengar semua orang, jadi aku pilih bahasa Inggris supaya lebih universal," ujarnya.

Bagi RACH?, Dopamine bukanlah tujuan akhir. Lagu tersebut merupakan bagian dari proyek yang lebih besar yang sedang ia siapkan.

"Goal aku sekarang pengen bikin EP. Jadi Dopamine ini salah satu puzzle dari EP itu," ungkapnya.

Saat ini, ia masih terus mengerjakan materi-materi baru untuk melengkapi proyek tersebut.

Playlist Eksklusif untuk Teman Sejiwa

Dalam kolaborasi Janji Jiwa X RACH? Summer Series, para pelanggan juga dapat menikmati playlist pilihan RACH? yang bisa diakses melalui QR code pada kemasan Summer Series.

Playlist tersebut berisi lagu-lagu favoritnya, termasuk Dopamine, yang dirancang untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari.

Ketika ditanya kapan waktu terbaik mendengarkan Dopamine, jawaban RACH? sederhana.

"Mungkin saat lagi jalan, lagi nyetir di mobil, atau bahkan pas mandi dan mau loncat-loncatan. Pokoknya ketika butuh semangat," katanya sambil tertawa.

Menariknya, jika harus memilih salah satu menu Summer Series yang paling menggambarkan karakter Dopamine, RACH? langsung menunjuk Berry Brew.

"Jelas Berry Brew sih. Jadi kayak depannya pahit, tapi di dalamnya ada sedikit manisnya," tutupnya.

Baca Juga: JIWA Group Perluas Inovasi Digital dan Produk Kopi untuk Jawab Tren Konsumen