Di tengah kesibukannya sebagai musisi, gamer, sekaligus female racer, Rachel Cia atau yang lebih dikenal dengan nama panggung RACH? terus menunjukkan semangat eksplorasi tanpa batas.
Sosok multitalenta yang aktif mewarnai berbagai ruang kreatif anak muda Indonesia ini kini menghadirkan energi dan karakternya yang khas melalui kolaborasi bersama Janji Jiwa dalam program Janji Jiwa X RACH? Summer Series.
Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan menu spesial yang terinspirasi dari persona RACH?, tetapi juga mengajak para penikmat kopi merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi muda yang dinamis, kreatif, dan penuh ekspresi.
RACH? sendirimengaku antusias dapat terlibat dalam kolaborasi ini. Menurutnya, semangat yang dimiliki Janji Jiwa memiliki banyak kesamaan dengan dirinya yang gemar mengeksplorasi berbagai bidang kreatif.
“Senang sekali bisa berkolaborasi dalam Janji Jiwa X RACH? Summer Series ini. Bagiku, Janji Jiwa punya semangat yang dekat dengan gaya hidupku, sama seperti musik yang bisa menemani berbagai mood dan momen. Aku berharap kolaborasi ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan dekat dengan teman-teman yang selama ini mengikuti perjalananku,” tutur RACH?, saat Media Gathering Janji Jiwa X RACH? Summer Series, di Janji Jiwa Culture Pejaten, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dan, di balik berbagai aktivitas yang dijalaninya, mulai dari merilis karya musik, berkompetisi di dunia esports, hingga menjajal lintasan balap nasional, RACH? mengaku memiliki satu ritual sederhana yang selalu menjadi bagian dari kesehariannya, yakni menikmati secangkir kopi.
"Aku suka banget sama kopi. Aku kayak harus minum kopi tiap hari," ungkap RACH?.

Kecintaannya terhadap kopi membuat kolaborasi bersama Janji Jiwa terasa begitu personal. Bagi RACH?, kopi bukan sekadar minuman, melainkan teman yang menemani berbagai momen, mulai dari mencari inspirasi, bekerja, hingga menikmati waktu untuk diri sendiri.
Lebih lanjut, RACH? pun bercerita bahwa dirinya baru saja menyelesaikan pengalaman yang tak kalah menantang di dunia motorsport.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru kembali dari Sirkuit Mandalika setelah mengikuti Kejuaraan Nasional Balap Mobil bersama Honda Racing Indonesia.
"Pertama kalinya aku turun balap sama Honda Racing Indonesia. Sebelumnya aku ngedrift, terus sekarang dapat kesempatan untuk dimentori sama Pak Alvin Bahar. Aku diajak untuk jadi pembalap dan benar-benar coba balapan pakai mobil manual melawan 12 mobil lainnya," katanya.
Meski baru pertama kali mengikuti ajang tersebut, RACH? berhasil finish di posisi ke-8.
Alasan Memilih Nama Panggung RACH?
Fyi, di dunia hiburan, Rachel Cia sebelumnya dikenal dengan nama Rachel Florencia. Namun saat memutuskan kembali fokus ke dunia musik, ia memilih identitas baru, yaitu RACH?.
Menurutnya, perubahan nama tersebut bukan sekadar rebranding, tetapi juga simbol perjalanan baru dalam bermusik.
"Sebenarnya kayak starting over lagi. Dulu aku mulai karier sebagai Rachel Florencia dengan musik yang Jepang banget. Lalu aku masuk e-sports di 2018, dan ketika ketemu Sony Music di 2024, aku merasa masih punya panggilan yang belum terselesaikan di musik," ungkapnya.
Diakuinya, tanda tanya pada nama RACH? pun memiliki makna khusus.

"Kenapa question mark? Karena aku pengen musikku itu penuh eksperimen. Aku nggak mau terikat sama satu genre. Aku ingin terus eksplorasi dan berkembang," jelasnya.
Meski mengaku sehari-hari banyak mendengarkan musik elektronik, RACH? memiliki visi yang jelas terhadap identitas musiknya.
"Aku ingin dikenal sebagai alternative rock musician," katanya.
Karakter tersebut kemudian dituangkan dalam single terbarunya berjudul Dopamine. Menariknya, lagu ini menggabungkan berbagai elemen musik yang selama ini menjadi inspirasinya.
"Aku selera musiknya beragam banget. Aku dengerin lagu Jepang, jazz, dan banyak genre lainnya. Makanya aku pengen semuanya ada di satu lagu. Di Dopamine ada campuran city pop, rock, dan nuansa Jepang yang tetap terasa," ujarnya.
Baca Juga: Kolaborasi Janji Jiwa dan RACH? Hadirkan Summer Series dengan Semangat Kreatif Generasi Muda