Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabinet Merah Putih, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia telah melewati masa kritis bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak dinamika global.

Hal tersebut dikatakan usai Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.

Terkait kabar tersebut, Bahlil pun mengklaim jika pasokan energi Tanah Air saat ini dalam batas aman. "Saya ingin menyampaikan masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/5/2025).

Baca Juga: Punya Jurus Jitu, Bahlil Percaya Diri Indonesia Tak Bakal Diguncang Krisis Energi

Selain itu, ia memastikan bila stok BBM nasional saat ini berada di atas ambang aman atau lebih dari 20 hari. Sedangkan untuk cadangan liquefied petroleum gas (LPG) berada di atas 10 hari atau dalam kondiri terjaga dengan baik.

Baca Juga: Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei

Lebih lanjut, ia juga memastikan pemerintah terus berupaya mengoptimalkan sumber energi domestik guna memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. 

"Kita tidak mau terus tergantung (dengan impor)," tambahnya.

Baca Juga: Klaim Bahlil: Stok Energi Nasional Selama Nataru Aman

Sementara itu, terkait fluktuasi harga minyak dunia dan potensi kenaikan harga BBM, pihaknya belum memberikan kepastian.

"Nanti kita akan jelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian (pembahasan)," ucapnya.