Indorama Group merupakan salah satu konglomerasi bisnis terbesar di Indonesia yang fokus di sektor petrokimia. Sang pendiri, Sri Prakash Lohia, masuk ke jajaran teratas orang berada di Indonesia. Mengutip Forbes real time (15/1/2026), kekayaan Sri Prakash Lohia mencapai US$8,2 miliar dan berada di posisi ke-7 orang paling kaya di Tanah Air.

Berasal dari India, Sri Prakash Lohia bersama keluarganya sukses membangun Indorama yang berawal di Purwakarta, Jawa Barat. Indorama merujuk pada dua kata, yakni "Indo" untuk Indonesia dan "Rama" yang berasal dari Dewa Rama. Sukses membangun perusahaannya di Tanah Air hingga mengglobal, Sri Prakash Lohia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 1985.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Indorama Group Milik Konglomerat Sri Prakash Lohia

Dari India, Sukses di Perantauan

Sebagaimana sudah disinggung sebelumnya, Sri Prakash Lohia berasal dari India sebelum akhirnya resmi menjadi WNI. Ketua Indorama Group ini lahir di India pada 11 Juli 1952. Dia meraih gelar Sarjana Niaga dari Universitas Delhi pada tahun 1971 dan mulai merantau ke Indonesia pada tahun 1973.

Bersama sang ayah, Mohan Lal Lohia, Sri Prakash mulai mendirikan Indorama sejak tahun 1975. Saat itu, berdiri Indo-Rama Synthetics yang memproduksi benang pintal. Dalam perjalanannya, perusahaan melebarkan bisnis ke sektor serat poliester, petrokimia, dan pembangkit listrik. PT Indo-Rama Synthetics Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1990 dengan kode saham INDR.

Indorama membangun pabrik pemintalan tekstil pertama di Indonesia pada tahun 1976. Sementara itu, sarung tangan sekali pakai baru diproduksi di tahun pada 1989. Di tahun 1991, perusahaan mendirikan pabrik serat poliester; disusul dengan pabrik PET (polyethylene terephthalate) pada 1995.

Kolaborasi Ayah dan Anak

Kesuksesan Indorama Group juga dihasilkan berkat kontribusi anak Sri Prakash Lohia, yakni Amit Lohia. Pria kelahiran tahun 1974 tersebut mulai bergabung di perusahaan sejak tahun 1995. Sebelumnya, dia terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan Ekonomi dan Keuangan di Wharton School of Business di Philadelphia, USA. Saat ini, dia merupakan Wakil Ketua Indorama Corporation Pte. Ltd., Singapore (perusahaan induk Grup) dan direktur di berbagai perusahaan Grup Indorama.

Bersama-sama, Sri Prakash dan Amit Lohia berhasil membawa Indorama jadi produsen global. Indorama tercatat membuka pabrik pemintalan tekstil modern di Turkiye pada tahun 1998. Perusahaan berhasil memperkenalkan pabrik petrokimia hulu pertama untuk produksi PTA (purified terephthalic acid) di Thailand pada tahun 2004. Di tahun 2005, Indorama mengakuisisi perusahaan olefin di Nigeria. 

Perusahaan ini terus berkembang hingga sukses memperluas pangsa pasarnya di lebih dari 30 negara. Saat ini, Indorama Group merupakan produsen pupuk terbesar di Afrika Sub-Sahara dan sarung tangan sintetis terbesar ketiga di dunia.

Di tengah kesuksesan perusahaannya, Sri Prakash Lohia memilih untuk menetap di London bersama istrinya, Seema Lohia. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di Inggris meski masih terlibat dalam bisnis Indorama.