Dikatakan Harman, keputusan ini bukan sekadar soal perjalanan, melainkan cerminan nilai yang dijunjung tinggi di Paragon, yaitu gotong royong.

Harman menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak pernah berdiri di atas satu fungsi saja, melainkan hasil kontribusi seluruh tim.

“Di Paragon ini nilai kegotong-royongan itu memang jadi satu value. Dan kita selalu percaya bahwa hasil itu merupakan hasil Bersama,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun tim komersial atau marketing sering berada di garis depan, keberhasilan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dari berbagai fungsi lain.

“Memang komersialnya yang di depan, atau marketingnya yang buat brand. Tapi kalau enggak ada barangnya gimana? Kalau enggak ada tim HR-nya gimana? Jadi memang semuanya kesuksesan bersama,” tukasnya.

Atas dasar itulah, keputusan akhirnya diambil, yaitu seluruh elemen perusahaan diajak ikut serta. Bukan hanya sebagian tim, melainkan semua lini yang berkontribusi dalam perjalanan perusahaan.

“That’s why akhirnya pada saat itu, yaudah kita boyong-boyong semuanya,” ungkapnya.

Di balik pelaksanaannya, kata Harman, perjalanan ini juga melibatkan berbagai kolaborasi dan jaringan profesional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk relasi di industri penerbangan, membantu memastikan bahwa perjalanan dalam skala besar tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Saya ke board advisor, oh ini ada Mbak Vera nih. Air Asia, kontak Mbak Vera, bantuin. Akhirnya jalan semua,” bebernya.

Bagi Harman, momen ini menjadi representasi nyata bagaimana perusahaan menghargai setiap individu di dalamnya.

“Itu gambaran bagaimana kami mengapresiasi, semua lini itu penting bareng-bareng,” tandasnya.

Baca Juga: Kisah Nurhayati Subakat Gagal Jadi Dosen