Growthmates, perjalanan ribuan karyawan ParagonCorp ke Kuala Lumpur pada 2025 bukan sekadar agenda wisata perusahaan. Di balik momen tersebut, tersimpan cerita tentang keberanian mengambil keputusan, budaya perusahaan, serta cara seorang pemimpin memaknai apresiasi.
Co-founder dan Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat, mengungkapkan bahwa ide perjalanan itu berawal dari dorongannya kepada para karyawan untuk terus berkembang dan tidak cepat merasa puas.
Ia memang dikenal sebagai sosok yang gemar ‘memprovokasi’ dalam arti positif, yakni mendorong timnya untuk berani melampaui batas.
“Sebagai CEO itu memang senang anak-anak muda di Paragon itu, gimana sih kamu bisa lebih, provoking, ya kan. Dan itu jelas itu apresiasi,” tutur Harman, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Kamis (26/32026).
Dikatakan Harman, dari semangat itulah muncul gagasan sederhana yang kemudian berkembang menjadi keputusan besar.
Setelah sebelumnya mengadakan perjalanan ke Yogyakarta, Harman merasa perlu menghadirkan pengalaman yang lebih menantang dan berkesan bagi timnya.
“Saya sampaikan ke mereka, aduh kita udah ke Jogja, masa begitu-begitu aja. Kapan kalau mau sekalian dong ke Kuala Lumpur. Saya pikir ya pokoknya ini aja supaya lebih seru,” ungkapnya.
Yang awalnya hanya lontaran ide, lanjut Harman, ternyata ditanggapi serius oleh tim internal. Dijelaskannya, mereka menyusun rencana lengkap dan mempresentasikannya kepada manajemen. Namun, ada satu hal yang cukup mengejutkan anggaran yang diajukan melonjak hingga dua kali lipat.
Namun, Harman pun mengingat kembali prinsip yang selama ini ia gaungkan di perusahaan.
“Budget tidak terbatas di Paragon. Budget tidak pernah salah, yang salah omsetnya,” tegasnya.
Meski demikian, keputusan tetap tidak mudah. Program direncanakan berlangsung di awal tahun, saat omzet belum terbentuk. Dalam kondisi tersebut, ia tetap memilih untuk melangkah maju.
“Ini kan acaranya baru Januari, omsetnya juga belum ada. Akhirnya kita mulai, oke jalan,” tuturnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp
Dikatakan Harman, keputusan ini bukan sekadar soal perjalanan, melainkan cerminan nilai yang dijunjung tinggi di Paragon, yaitu gotong royong.
Harman menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak pernah berdiri di atas satu fungsi saja, melainkan hasil kontribusi seluruh tim.
“Di Paragon ini nilai kegotong-royongan itu memang jadi satu value. Dan kita selalu percaya bahwa hasil itu merupakan hasil Bersama,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun tim komersial atau marketing sering berada di garis depan, keberhasilan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dari berbagai fungsi lain.
“Memang komersialnya yang di depan, atau marketingnya yang buat brand. Tapi kalau enggak ada barangnya gimana? Kalau enggak ada tim HR-nya gimana? Jadi memang semuanya kesuksesan bersama,” tukasnya.
Atas dasar itulah, keputusan akhirnya diambil, yaitu seluruh elemen perusahaan diajak ikut serta. Bukan hanya sebagian tim, melainkan semua lini yang berkontribusi dalam perjalanan perusahaan.
“That’s why akhirnya pada saat itu, yaudah kita boyong-boyong semuanya,” ungkapnya.
Di balik pelaksanaannya, kata Harman, perjalanan ini juga melibatkan berbagai kolaborasi dan jaringan profesional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk relasi di industri penerbangan, membantu memastikan bahwa perjalanan dalam skala besar tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Saya ke board advisor, oh ini ada Mbak Vera nih. Air Asia, kontak Mbak Vera, bantuin. Akhirnya jalan semua,” bebernya.
Bagi Harman, momen ini menjadi representasi nyata bagaimana perusahaan menghargai setiap individu di dalamnya.
“Itu gambaran bagaimana kami mengapresiasi, semua lini itu penting bareng-bareng,” tandasnya.
Baca Juga: Kisah Nurhayati Subakat Gagal Jadi Dosen