Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengenang pengalaman masa kecil saat mengalami kecelakaan ketika bermain becak di depan rumah pada tahun 1962 silam. Ketika itu Jahja masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.
Jahja Setiaatmadja menjelaskan, insiden tersebut mengakibatkan bagian atas mulut mengalami luka robek sehingga harus mendapatkan tindakan medis berupa jahitan. Kala itu dokter berpesan agar Jahja bisa lebih berhati-hati supaya luka tersebut tidak kembali mengalami cedera.
"Waktu itu dokter bilang, 'hati-hati ya', Nanti luka lagi dioperasi lebih berat. Itu bikin saya sabar," ungkap Jahja dilansir Olenka pada Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Kisah Jahja Setiaatmadja Terhindar dari Ancaman Kebutaan Mata
Ia menjelaskan bahwa pesan sederhana dari sang dokter memberikan pengaruh cukup besar dalam membentuk karakter. Sejak saat itu ia lebih berhati-hati dalam bertindak dan mempertimbangkan setiap risiko.
Pengalaman tersebut turut membentuk kemampuan Jahja dalam mengelola emosi. Ia senantiasa berupaya untuk menghindari tindakan yang bisa merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
"Sejak saat itu saya dilatih jadi sabar. Kejadian itu jadi lesson learned, suatu kejadian kecil yang kelihatannya merugikan tapi bisa membentuk saya jadi orang sabar," tambahnya lagi.