Dikatakan Dahlan, hati donor tersebut dinyatakan cocok dengan kondisi tubuhnya. Operasi pun segera dilakukan.
Hati lamanya yang sudah dipenuhi kanker diangkat dan diganti dengan organ baru tersebut. Setelah operasi, ia harus berbaring tanpa bergerak selama 24 jam penuh.
Keesokan harinya menjadi momen yang sangat menentukan. Ia membuka mata dengan rasa syukur karena masih hidup.
"Dan besok paginya setelah 24 jam, saya membuka mata, alhamdulillah saya hidup," ujar Dahlan.
Namun, dokter tetap mengingatkan bahwa masa kritis belum sepenuhnya terlewati. Risiko kegagalan transplantasi masih sangat besar pada hari-hari pertama.
"Tapi dokter mengingatkan, Pak Dahlan jangan senang dulu, karena mungkin hidup ini hanya untuk 24 jam, atau hanya untuk 3 kali 24 jam, atau untuk seminggu. Setelah itu gagal, dan kemudian meninggal dunia. Ya tidak apa-apa," tuturnya.
Namun, takdir berkata lain. Operasi tersebut justru menjadi titik balik kehidupannya. Kini, lebih dari satu setengah dekade telah berlalu sejak operasi itu dilakukan, dan Dahlan Iskan masih menjalani kehidupan secara aktif.
"Ternyata sampai sekarang hidup sudah 17 tahun yang lalu," pungkasnya.
Baca Juga: Dari Dahlan Iskan untuk Generasi Muda: Jangan Lembek, Kita Harus Tangguh