Dahlan mengaku tetap bertahan karena tujuan utamanya adalah melakukan pembaruan di perusahaan listrik pelat merah tersebut.
Ia pun percaya mayoritas orang sebenarnya menginginkan perbaikan, meski sering kali suara mereka tidak sekeras pihak yang menolak perubahan.
“Saya bisa kerja di mana saja. Karena niat saya di situ melakukan perbaikan dan melakukan pembaharuan,” kata Dahlan.
Dahlan menilai, setiap upaya perubahan hampir selalu menghadapi resistensi. Namun menurutnya, jumlah pihak yang benar-benar menolak biasanya kecil.
“Saya selalu ingat bahwa orang yang menentang dilaksanakannya kebaikan itu maksimum 15 persen, bahkan kira-kira hanya 10 persen,” jelasnya.
Menurut Dahlan, pola tersebut berlaku hampir di semua organisasi dan masyarakat.
“Yang betul-betul tidak setuju pada pembaharuan dan perubahan itu kira-kira hanya 10 persen. Tetapi yang sangat setuju itu kira-kira juga hanya 10 sampai 15 persen. Sisanya itu sebetulnya ikut mana yang menang, ikut mana yang survive,” tutupnya.
Baca Juga: Pesan Dahlan Iskan untuk Pengusaha yang Ingin Terjun ke Politik