PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) membukukan pertumbuhan Laba Bersih Bank selama semester pertama tahun 2026 sebesar 4,5% YoY yang didukung oleh per tumbuhan Pendapatan Operasional sebesar 3,3% YoY. Permata Bank juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,3% YoY dengan kualitas yang terjaga dengan baik.
Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Bank dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati -hatian. Dengan mengoptimalisasikan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinerginya dengan menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta dukungan layanan yang terintegrasi.
Baca Juga: Laba Bersih DSNG Tumbuh 7,8% Jadi Rp985,88 Miliar pada Semester I 2026
”Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, melainkan juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, kami hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepa njang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” ujar Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, rasio Loan -to-Deposit (LDR) Permata Bank berada pada level yang optimal di 90,3% per akhir Juni 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir Semester I tahun 2025 yang berada di level 85,6%. Likuiditas Bank juga tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%. Hingga akhir Juni 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata -rata triwulanan tercatat pada level 333,4%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 124,0%.
Hingga Semester I tahun 2026, rasio kontribusi CASA terjaga pada level 57,9%. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 5,3% YoY menjadi Rp171,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen Korporasi sebesar 9,7% YoY menjadi Rp106,4 triliun, serta segmen Komersial yang tumbuh 5 ,7% YoY menjadi Rp21,9 triliun. Dari segmen Konsumer, komitmen Bank untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM yang mencapai Rp7 triliun, meningkat 11,8% dibandingkan Semester I tahun 2025.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kualitas aset tetap terjaga baik. Rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing -masing berada pada level 2,1% dan 5,9 %, relatif stabil dibandingkan Semester I tahun 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 2,1% dan 7,0%. Bank juga mempertahankan NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing -masing di level 3 67,5% dan 128,8%. Selanjutnya, rasio CAR dan CET -1 masing -masing berada pada level 33,0% dan 24,7%.
Kinerja Permata Bank Syariah
Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatatkan kinerja operasional yang positif dengan Laba Operasional sebelum Provisi mencapai Rp396,2 miliar, tumbuh 2,6% YoY. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan Pendapatan Operasional lainnya sebesar 57,5% YoY, seiring konsist ensi Bank dalam menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya.
Melalui semangat “Syariah untuk Semua”, Permata Bank menghadirkan layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang inklusif, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat di setiap tahap kehidupan. Pendekatan ini mempertegas komitmen Bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas intermediasi, perluasan inklusi keuangan, khususnya bagi sektor riil, UKM, dan komersial, serta memperkuat kontribusi industri perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.