Di tengah perlambatan pasar dan perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat, ketangguhan merek lokal Indonesia kini diuji bukan hanya dari seberapa lama bertahan, tetapi dari kemampuannya untuk tetap relevan, bertumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Polytron menjadi salah satu contoh bagaimana merek lokal mampu menunjukkan resiliensi tersebut, bahkan di saat pasar mengalami penurunan.

Bagi Polytron, ketangguhan bukan sekadar bertahan, melainkan tentang konsistensi dalam memahami kebutuhan keluarga Indonesia, memperkuat inovasi berbasis talenta lokal, serta menjalankan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Ketangguhan Polytron lahir dari komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Kami tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada bagaimana inovasi kami benar-benar relevan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” terang Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, dikutip Rabu (21/1/2026).

Dikatakan tekno, berakar sebagai merek lokal sejak 1975, Polytron memaknai lebih dari lima dekade perjalanannya sebagai bentuk komitmen jangka panjang bagi bangsa.

Dan menurutnya, sepanjang 2025, Polytron mencatatkan kinerja bisnis yang solid di tengah ketatnya persaingan industri elektronik nasional.

Adapun, berdasarkan data GfK November 2025, Polytron menempati peringkat pertama kategori audio, peringkat kedua kategori refrigerator, dan peringkat ketiga kategori televisi dan mesin cuci.

Sementara di segmen kendaraan listrik, data Sisapira 2024 menempatkan Polytron sebagai merek EV nomor satu di Indonesia dengan hampir 40.000 pengguna, menegaskan daya saing merek lokal di sektor teknologi masa depan.

“Data ini menunjukkan bahwa konsumen semakin percaya pada kualitas dan inovasi produk lokal. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat posisi Polytron di berbagai kategori,” kata Tekno Wibowo.

Baca Juga: Polytron Fest, Perayaan Setengah Abad Kebersamaan dengan Masyarakat Indonesia

Tiga Pilar Ketangguhan Polytron

Dijelaskan tekno, ketangguhan Polytron dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, kualitas dan keberagaman produk, mulai dari home appliances, audio-video, hingga kendaraan listrik yang dirancang untuk menyederhanakan kehidupan keluarga Indonesia.

Kedua, komitmen inovasi lokal, dengan seluruh kegiatan riset dan pengembangan dilakukan di Indonesia oleh talenta lokal, sekaligus mendukung pemenuhan TKDN. Dan, ketiga, perluasan distribusi dan layanan, agar Polytron semakin dekat dengan konsumen di berbagai wilayah.

“Inovasi yang kuat harus dibarengi dengan akses yang mudah. Karena itu, kami terus memperluas jaringan distribusi dan layanan agar Polytron benar-benar hadir di kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Tekno melanjutkan, dahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Polytron dengan perayaan usia 50 tahun. Namun, perjalanan tidak berhenti di sana. Memasuki 2026, Polytron menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan.

Di segmen kendaraan listrik, Polytron tidak hanya menjual produk, tetapi membangun ekosistem menyeluruh. Salah satunya melalui pengembangan portable fast charger, yang memungkinkan tambahan jarak tempuh sekitar 10 km dalam 10 menit untuk FOX-350 dan hingga 20 km dalam 15 menit untuk FOX-200.

Langkah ini diperkuat dengan pengembangan fasilitas produksi battery pack di dalam negeri, sejalan dengan target TKDN 60 persen serta dukungan terhadap agenda Net Zero Emission pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa kendaraan listrik Polytron tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga praktis dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Tekno.

Baca Juga: Rekor MURI Pengisian Daya Motor Listrik Terbanyak Hasil Kolaborasi Komunitas Pengendara Motor Listrik Polytron bersama PLN

Keberlanjutan sebagai Bagian dari Strategi Bisnis

Komitmen jangka panjang Polytron juga tercermin dalam pendekatan keberlanjutan yang terintegrasi. Hingga saat ini, lanjut Tekno, Polytron mencatat jejak karbon sebesar 25,46 juta tCO₂e, disertai upaya efisiensi berkelanjutan.

Pada 2024, total intensitas energi berhasil diturunkan 10,50 persen, sementara 85,5 persen limbah plastik didaur ulang sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

Di sisi layanan, tingkat kepuasan pelanggan mencapai 90 persen, dan di bidang sosial Polytron telah mendukung 111 sekolah vokasi untuk memperkuat kesiapan talenta industri masa depan.

Ketangguhan Polytron juga terlihat dari kedekatannya dengan masyarakat. Polytron Fest 2025 yang digelar di dua kota berhasil menarik lebih dari 20.000 pengunjung, memperkuat antusiasme publik terhadap ekosistem produk Polytron.

Selama Ramadan, Polytron menghadirkan kampanye “Ramadan Mode On with Polytron”, termasuk program Ramadan Resep ON dengan 30 resep selama 30 hari, kelas memasak bersama chef Polytron, hingga inisiatif “Kilometer Kebaikan” bagi komunitas pengguna kendaraan listrik serta penyediaan rest area mudik.

Tak hanya itu, Polytron juga mendorong ekonomi kerakyatan melalui program UMKM Naik Level bareng Polytron, yang menghadirkan pelatihan bisnis gratis, wadah berjualan, harga produk spesial, hingga promosi bersama food vlogger nasional melalui roadshow di berbagai kota.

“Kami percaya ketangguhan ekonomi nasional bertumpu pada UMKM. Karena itu, Polytron ingin tumbuh bersama mereka,” tutup Tekno Wibowo.

Baca Juga: Dukung UMKM, Polytron Hadirkan Program 'UMKM Naik Level'